Home » Pantura Timur Kudus Pati Makin Padat, Trans Jateng Ditarget Mengaspal 2028
IMG-20260929-WA0021

Bus Trans Jateng rute Jepara-Kudus-Pati ditargetkan mulai mengaspal pada tahun 2028 (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Jalur Pantura timur bersiap mendapat suntikan baru untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Bus Trans Jateng rute Jepara-Kudus-Pati (Jekuti) ditargetkan mulai mengaspal pada 2028, dengan Pati kini mematangkan sejumlah persiapan, termasuk menyiapkan sekitar 11 halte khusus.

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Pati mulai berkoordinasi dengan Balai Trans Jateng, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, untuk menentukan titik pemberhentian bus yang akan melayani tiga daerah tersebut.

 

Kepala Dishub Pati Tony Romas Indriarsa mengatakan, persiapan tidak hanya menyangkut halte. Pemerintah daerah juga harus menyiapkan lahan parkir bus. Selain itu, mengatur rute agar operasional Trans Jateng berjalan tertib dan tidak berbenturan dengan moda transportasi lokal yang sudah lebih dahulu beroperasi.

 

“Kami baru koordinasi dan konsultasi dengan Bu Sekda serta Pak Bupati berkaitan dengan kesiapan kita. Karena ini membutuhkan anggaran untuk menyiapkan halte, lahan parkir bus Trans Jateng di Pati, hingga pengaturan rute,” ujar Tony belum lama ini.

 

Menurut Tony, keberadaan halte menjadi bagian penting. Sebab sistem pelayanan Trans Jateng berbeda dengan angkutan umum konvensional yang dapat menaikkan dan menurunkan penumpang di berbagai lokasi.

 

“Trans Jateng ini sistemnya harus halte ke halte, tidak bisa berhenti di sembarang tempat. Sementara ini kami menyiapkan sekitar 11 titik halte khusus di wilayah Pati. Jika sudah disetujui Pak Bupati, akan langsung kami siapkan,” jelasnya.

 

Baca Juga: Piala Bupati Pati Comeback! Nyaris 10 Tahun Mati Suri, 21 Kecamatan Siap Berebut Tahta

 

Penentuan titik halte juga menjadi perhatian. Tujuannya agar kehadiran Trans Jateng tidak menimbulkan gesekan dengan angkutan desa (angkudes) yang selama ini melayani masyarakat di wilayah Pati.

 

Dishub Pati ingin pembagian jalur pelayanan antara Trans Jateng dan angkutan lokal dapat diatur secara jelas. Dengan sistem halte ke halte, operasional bus diharapkan lebih tertib dan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi umum.

 

Sementara itu, jumlah armada yang nantinya melayani rute Jekuti belum ditetapkan. Dishub Pati masih menunggu keputusan resmi dari Balai Trans Jateng dan Dishub Provinsi Jawa Tengah.

 

Persiapan program tersebut juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Bapperida dan BPKAD Pati. Keterlibatan lintas OPD diperlukan, karena program tersebut berkaitan dengan kebutuhan anggaran, penyediaan aset atau lahan, serta kesiapan prasarana pendukung.

 

“Keterlibatan lintas OPD diperlukan karena program tersebut berkaitan dengan kebutuhan anggaran, penyediaan aset atau lahan, hingga kesiapan prasarana jalan,” ungkap Tony.

 

Kudus Antusias Trans Jateng

 

Rencana pembukaan koridor Jekuti mendapat sambutan positif dari tiga daerah yang akan dilintasi. Pemerintah Kabupaten Kudus, misalnya, menyatakan mendukung rencana Trans Jateng yang menghubungkan Jepara, Kudus, dan Pati.

 

Kepala Bapperida Kudus Sulistiyowati mengatakan, rencana tersebut sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan antara Kepala Dishub Provinsi Jawa Tengah dan Bupati Kudus.

 

“Untuk rencana ini, kami menyambut baik. Begitu juga dengan Jepara dan Pati juga menyambut baik,” kata Sulistiyowati kepada wartawan.

 

Menurutnya, keberadaan Trans Jateng dinilai relevan dengan kondisi lalu lintas di jalur Jepara-Kudus-Pati yang semakin padat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

 

Kehadiran transportasi umum dengan tarif terjangkau diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban kendaraan di jalur Pantura timur.

 

“Karena harapannya kalau beroperasi dan tarifnya murah dan bisa menghubungkan Jekuti. Kami mendorong seperti itu dan provinsi menangkap itu jadi prioritas 2028 sudah beroperasi,” ujarnya.

 

Baca Juga: Ketika Godaan Finansial di Era Digital Mengincar Generasi Muda Indonesia, Ini Siasat Cerdas OJK

 

Sebelum koridor Jekuti resmi beroperasi, pemerintah daerah di Jepara, Kudus, dan Pati juga akan memperkuat komitmen dukungan terhadap program tersebut.

 

Rencananya, tiga kepala daerah akan diundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menandatangani komitmen bersama gubernur terkait penyelenggaraan layanan Trans Jateng di tiga kabupaten tersebut.

 

Di Kudus, salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah pemanfaatan sejumlah terminal tipe C sebagai titik pemberhentian bus Trans Jateng.

 

Dengan persiapan yang mulai dilakukan dari sekarang, koridor Jekuti diharapkan tidak sekadar menjadi jalur baru transportasi publik, tetapi juga mampu memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang terus meningkat di Pantura timur. (pra)