Home » Piala Bupati Pati Comeback! Nyaris 10 Tahun Mati Suri, 21 Kecamatan Siap Berebut Tahta
IMG-20260929-WA0019

Stadion Joyo Kusumo Pati siap digelar Piala Bupati Pati 2026. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Hampir satu dekade lapangan sepak bola Bumi Mina Tani menanti kembali panasnya pertarungan antarkecamatan. Kini, penantian itu segera berakhir bagi warga Kabupaten Pati.

 

Piala Bupati Pati atau Bupati Pati Cup 2026 dipastikan kembali bergulir pada September 2026. Kejuaraan ini membawa ambisi besar menghidupkan lagi gairah sepak bola lokal yang lama meredup.

 

Lampu hijau kembalinya turnamen bergengsi tersebut mengemuka, setelah jajaran Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pati dan AFK Futsal Pati melakukan audiensi dengan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di ruang kerja bupati.

 

Askab PSSI Pati dan AFK Futsal Pati melakukan audiensi dengan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. (kanalmuria)

 

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi sepak bola Pati. Setelah hampir 10 tahun absen, Bupati Pati Cup kembali disiapkan sebagai panggung bagi klub-klub dari berbagai penjuru daerah untuk unjuk kekuatan. Selain itu, memburu pemain-pemain potensial.

 

Ketua Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto mengatakan, penyelenggaraan kembali turnamen tersebut merupakan instruksi langsung dari Plt Bupati Pati.

 

“Hari ini kami dari PSSI dan Futsal Pati dipanggil oleh Pak Bupati, Mas Chandra. Kami diutus untuk menyelenggarakan kembali Piala Bupati karena turnamen ini sudah lama hilang, hampir 10 tahun tidak ada,” kata Dian seusai audiensi.

 

Baca Juga: Ketika Godaan Finansial di Era Digital Mengincar Generasi Muda Indonesia, Ini Siasat Cerdas OJK

 

Sebanyak 21 kecamatan diproyeksikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Persaingan tidak langsung dipusatkan di Kota Pati, tetapi lebih dulu dipanaskan melalui fase kualifikasi yang dibagi menjadi lima grup berdasarkan wilayah eks-kawedanan atau daerah pemilihan (dapil).

 

Format tersebut membuat jalan menuju putaran final semakin menantang. Setiap tim harus lebih dulu melewati persaingan ketat di wilayah masing-masing untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.

 

Hanya juara grup dan runner-up yang berhak melangkah ke babak selanjutnya. Artinya, setiap pertandingan bakal menjadi pertarungan penting karena kesalahan kecil dapat membuat sebuah tim harus mengubur ambisi lebih awal.

 

Setelah fase wilayah tuntas, pertandingan-pertandingan penting hingga partai puncak akan dipusatkan di Stadion Joyokusumo Pati. Stadion kebanggaan masyarakat Pati itu diproyeksikan kembali menjadi panggung utama perebutan supremasi sepak bola antarkecamatan.

 

Tak hanya menawarkan gengsi, turnamen ini juga dibuat ramah bagi peserta. Panitia memastikan tidak ada biaya pendaftaran alias gratis bagi tim yang ambil bagian.

 

Askab PSSI Pati bahkan menyiapkan dukungan perlengkapan olahraga. Tim yang berhasil menembus final tingkat dapil akan mendapatkan jersey gratis. Sementara seluruh peserta juga memperoleh bantuan bola untuk menunjang latihan.

 

“Tidak ada uang pendaftaran, semua gratis. Untuk tim yang berhasil menembus final di tingkat dapil, perwakilan akan mendapatkan jersey gratis. Selain itu, seluruh peserta juga akan mendapatkan bantuan bola penunjang latihan,” terang Dian.

 

Tak berhenti pada gengsi perebutan gelar, hadiah yang disiapkan juga cukup besar. Total hadiah Bupati Pati Cup 2026 mencapai Rp60 juta.

 

Baca Juga: 11 Tahun The Safin Hotel Pati, Rayakan Anniversary dengan Setetes Darah dan Sejuta Kepedulian

 

 

Namun, ada satu kejutan dalam edisi comeback kali ini. Bupati Pati Cup 2026 tidak hanya mempertandingkan sepak bola lapangan besar, tetapi juga membuka panggung bagi olahraga futsal.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengakomodasi tingginya antusiasme generasi muda Pati terhadap futsal. Dua cabang olahraga populer itu diharapkan bisa bergerak beriringan menjadi pemantik kebangkitan olahraga daerah.

 

Bagi Askab PSSI Pati, kembalinya Bupati Pati Cup bukan sekadar menghidupkan kembali sebuah turnamen yang lama menghilang. Lebih jauh, kompetisi ini diharapkan menjadi ruang bertemunya talenta-talenta muda dari tingkat desa hingga kecamatan.

 

“Karena piala ini sudah lama tidak digelar, kami berharap ini bisa menjadi titik balik euforia sepak bola di Kabupaten Pati. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga hiburan sehat bagi masyarakat dan para penggiat bola dari level desa hingga kecamatan. Insyaallah, semua siap bergulir September nanti,” pungkas Dian.

 

September nanti, rumput lapangan kembali menjadi arena pembuktian. Sebanyak 21 kecamatan akan membawa ambisi masing-masing, sementara Stadion Joyokusumo menunggu siapa yang akhirnya berdiri sebagai penguasa Bumi Mina Tani. (pra)

1 thought on “Piala Bupati Pati Comeback! Nyaris 10 Tahun Mati Suri, 21 Kecamatan Siap Berebut Tahta”

Comments are closed.