Home » Bukan Sekadar Tambah Mahasiswa, Universitas Safin Pati Tantang 511 Maba Jadi Generasi Berkualitas
IMG-20260912-WA0041

Rektor Universitas Safin Pati Murtono bersama perwakilan mahasiswa baru saat Masa Pengenalan Mahasiswa Baru tahun 2026. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Sebanyak 511 mahasiswa baru resmi mengawali perjalanan akademiknya di Universitas Safin Pati (USP). Momen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Mahasiswa Baru (MPMB) tahun 2026.

 

Agenda yang berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026, menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia perguruan tinggi yang dikelola oleh Yayasan Safin Bina Bangsa Pati.

 

Suasana semakin istimewa dalam rangkaian sidang senat terbuka masa pengenalan mahasiswa baru. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyematan jas almamater kepada mahasiswa baru.

 

Rektor Universitas Safin Pati Murtono bersama perwakilan mahasiswa baru saat Masa Pengenalan Mahasiswa Baru tahun 2026. (kanalmuria)

 

Penyematan dilakukan Rektor Universitas Safin Pati, Dr. Drs. Murtono, M.Pd. Hal itu sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar USP.

 

Bagi kampus USP, MPMB 2026:bukan sekadar seremoni penyambutan saja. Kegiatan ini menjadi ruang awal memperkenalkan lingkungan akademik, sistem perkuliahan, budaya kampusn. Selain itu, berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang akan menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan di USP.

 

Baca Juga: Dari Safin Pati ke Panggung Seoul, Ghufran Algazali Harumkan Indonesia di Hechi Cup 2026

 

Rektor USP Dr. Drs. Murtono, M.Pd. mengatakan, penerimaan mahasiswa baru tahun ini berjalan relatif stabil. Hingga pelaksanaan MPMB, tercatat 511 mahasiswa baru telah mendaftar. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa di Universitas Safin Pati.

 

Namun bagi Murtono, banyaknya mahasiswa yang masuk ke Universitas Safin Pati bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan perguruan tinggi.

 

“Kalau hanya masuk itu gampang, tetapi yang sulit bagaimana kita mengelola mahasiswa ini menjadi mahasiswa yang berkualitas,” ujar Murtono.

 

Pekerjaan besar USP setelah menerima mahasiswa baru, kata Murtono, justru dimulai dari bagaimana kampus memberikan pembinaan dan pendidikan secara optimal.

 

Setiap mahasiswa, kata dia, harus mendapatkan ruang untuk berkembang, baik dalam kemampuan akademik maupun keterampilan yang dibutuhkan ketika terjun ke tengah masyarakat.

 

Menurut Murtuno, upaya tersebut dinilai penting karena USP masih terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

 

Berdasarkan analisis internal kampus, tingkat kepercayaan masyarakat Pati terhadap USP saat ini disebut telah mencapai sekitar 75 persen.

 

Penerimaan mahasiswa tahun ini juga menjadi momentum penting, karena merupakan penerimaan mahasiswa baru yang keempat sejak USP berdiri. Menariknya, mahasiswa yang bergabung tidak hanya berasal dari Pati dan wilayah sekitarnya.

 

Sejumlah mahasiswa baru bahkan datang dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Kondisi tersebut salah satunya didukung keberadaan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

 

“Dengan program ini memungkinkan mahasiswa mengikuti proses pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah asal mereka, ” tuturnya.

 

Di sisi lain, Murtono menyebut USP berupaya menawarkan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang relatif terjangkau. Namun keunggulan biaya dan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan mutu mahasiswa.

 

Baca Juga: Hadapi KLB Keracunan MBG, 50 Ambulans di Pati Ditempa Hadapi Situasi Darurat

 

“Bibit-bibit di Pati itu sebenarnya bagus. Tinggal bagaimana kita mengelolanya, baik soft skill, hard skill maupun akademiknya,” jelasnya.

 

Karena itu, mahasiswa baru diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan kreativitas.

 

“Serta berbagai keterampilan praktis yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat, ” tambahnya.

 

Murtono berharap setiap mahasiswa dapat berkembang sesuai dengan program studi yang telah dipilih. Dengan demikian, lulusan USP nantinya tidak hanya menyandang gelar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

 

Keberadaan perguruan tinggi di daerah, lanjutnya, juga memberikan manfaat strategis bagi masyarakat Pati. Mahasiswa dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus jauh dari keluarga, sekaligus memperoleh pilihan pendidikan dengan biaya yang lebih terjangkau.

 

“Saya berharap kalau sama-sama dengan program studi yang diharap, saya kira USP ini menjadi yang terbaik. Pertama, bisa dekat dengan orang tua dan biaya yang lebih murah,” katanya.

 

Melalui MPMB 2026, USP ingin menanamkan pemahaman sejak awal bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal mengenakan jas almamater dan mengikuti perkuliahan.

 

Lebih dari itu, status tersebut membawa tanggung jawab untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu memberikan manfaat.

 

Sebanyak 511 mahasiswa baru itu kini memulai babak baru. Dari ruang-ruang kuliah Universitas Safin Pati, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi unggul secara akademik. Kemudian matang dalam keterampilan dan karakter, serta kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya Kabupaten Pati. (pra)