Ghufran sukses membawa Persija Jakarta U18 tampil gemilang di Hechi Cup 2026.(kanalmuria)
Kanalmuria.com, Seoul – Dari lapangan pembinaan di Pati menuju panggung sepak bola muda Asia di Seoul. Perjalanan Ghufran Algazaly memasuki babak baru yang semakin menjanjikan.
Lulusan Safin Pati Sports School itu, kini menjadi bagian dari skuad Persija Jakarta U18 yang ambil bagian dalam Hechi Cup 2026 di Seoul, Korea Selatan.
Bagi Ghufran, Seoul bukan sekadar destinasi. Kota itu menjadi panggung untuk membuktikan bahwa proses panjang dari akademi menuju level kompetitif yang lebih tinggi mulai menemukan bentuknya.

Berposisi sebagai center back, Ghufran dikenal sebagai salah satu talenta muda yang terus berkembang. Ketangguhan di lini belakang, keberanian dalam duel, serta kemampuan membaca permainan menjadi modal penting bagi pemain kelahiran binaan Safin Pati Sports School tersebut.
Kini, ia mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer pertandingan internasional bersama Persija Jakarta U18. Hechi Cup 2026 menjadi momentum penting bagi Ghufran. Yakni untuk mengukur kemampuan menghadapi pemain-pemain muda dari berbagai negara.
Perjalanan Panjang Ghufran
Sebelum mengenakan seragam Persija Jakarta U18 dan tampil di Seoul, Ghufran lebih dulu menimba ilmu dan mengasah karakter sepak bolanya di Safin Pati Sports School.

Dari lingkungan pembinaan akademi yang berhome base di Desa Mojoagung Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati tersebut, ia terus ditempa untuk memahami bahwa sepak bola. Bahwa bukan hanya tentang kemampuan mengolah bola, tetapi juga disiplin, mentalitas, kerja keras, dan konsistensi.
Nama Ghufran semakin mencuri perhatian, setelah turut menjadi bagian dari skuad Malut United FC U18 yang sukses meraih gelar juara Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26.
Baca Juga: Jaringan Narkoba Semarang Dibongkar, 3 Pengedar Ditangkap dan Pemasok Masih Diburu
Gelar tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan kariernya. Sebagai seorang bek tengah, kontribusi Ghufran tidak selalu terlihat melalui statistik gol atau assist.
Namun, perannya dalam menjaga keseimbangan pertahanan, memenangkan duel, membaca pergerakan lawan, serta membangun serangan dari lini belakang menjadi bagian penting dari permainan tim.
Kesuksesan bersama Malut United FC U18, sekaligus menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dijalaninya mulai membuahkan hasil.
Kini tantangan berikutnya datang dalam bentuk yang lebih besar. Bersama Persija Jakarta U18, Ghufran mendapat kesempatan tampil di Hechi Cup 2026. Bermain di Seoul memberikan pengalaman berbeda, sekaligus membuka ruang baginya untuk belajar menghadapi karakter permainan yang lebih beragam.
Dari Pati Menuju Level Internasional
Perjalanan Ghufran menjadi gambaran bahwa jalur pembinaan usia muda di Indonesia, memiliki peluang besar untuk melahirkan pemain yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
Safin Pati Sports School menjadi salah satu bagian penting dalam cerita kisah sukses Ghufran tersebut.
CEO Safin Pati Sports School, Rafi Rizqullah Arifin, menyebut perjalanan Ghufran menjadi bukti bahwa pembinaan membutuhkan proses panjang dan konsisten.
Rafi mengaku bangga melihat Ghufran terus berkembang dan mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi.
“Dari Safin Pati Sports School, kami selalu menanamkan kepada pemain bahwa perjalanan menjadi pesepak bola profesional membutuhkan kerja keras, disiplin, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar, ” ujar Rafi.
Rafi menilai kesempatan Ghufran tampil bersama Persija Jakarta U18 di Hechi Cup 2026, merupakan pengalaman berharga yang dapat membentuk mental bertandingnya.
“Bermain di Seoul dan menghadapi lawan-lawan dari luar negeri tentu menjadi pengalaman yang sangat penting bagi Ghufran, ” tukasnya.
Rafi menyebut bahwa Hechi Cup 2026 merupakan pengalaman bagi Ghufran. Yakni bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga bagaimana dia belajar beradaptasi, menjaga kepercayaan diri, dan memahami tuntutan sepak bola di level internasional.
Baca Juga: Warga Kletek Pati Merana Kesulitan Mandi, Polisi Gerojok Bantuan 24 Ribu Liter Air Bersih
Menurut Rafi, perjalanan Ghufran juga menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda lain yang sedang menjalani proses pembinaan di Safin Pati Sports School.
“Kami berharap perjalanan Ghufran bisa menjadi inspirasi bagi adik-adiknya di Safin Pati. Bahwa setiap latihan, pertandingan dan setiap proses yang mereka jalani hari ini, bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju level yang lebih tinggi. Kami akan terus mendukung dan mendorong pemain-pemain muda untuk berani bermimpi besar, ” paparnya.
Hechi Cup 2026 menjadi episode baru dalam perjalanan Ghufran Algazaly. Setelah merasakan atmosfer kompetisi EPA Super League bersama Malut United FC U18, kini ia mendapatkan kesempatan mengenakan seragam Persija Jakarta U18 dan menguji kemampuannya di panggung sepak bola muda internasional.
Perjalanan dari Pati menuju Seoul memang masih jauh dari garis akhir. Justru, panggung internasional tersebut menjadi awal dari tantangan yang lebih besar.
Bagi seorang pemain muda, setiap pertandingan adalah ujian. Setiap duel adalah pembelajaran. Dan setiap kesempatan tampil merupakan peluang untuk menunjukkan bahwa dirinya layak berada di level tersebut.
Ghufran kini berdiri di salah satu persimpangan penting dalam kariernya. Dari Safin Pati Sports School, ia mulai melangkah lebih jauh. Dari EPA Super League, ia mencicipi rasa juara.
Dan kini di Seoul, bersama Persija Jakarta U18, Ghufran Algazaly mendapat kesempatan untuk menulis bab berikutnya. Sebuah perjalanan dari Pati yang perlahan mulai terdengar gaungnya di panggung sepak bola Asia. (pra)
