
PATI — Ratusan siswa dan sejumlah guru di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Selasa (8/9/2026). Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (9/9/2026), setelah para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan seperti mual, sakit perut, dan diare.
Dugaan kejadian tersebut terjadi di dua sekolah, yakni MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong. Di MTs Negeri 3 Pati, tercatat 127 siswa dan 30 guru mengalami keluhan mual dan diare. Sementara di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Para siswa yang mengalami gejala kemudian mendapatkan penanganan medis. Sebagian dibawa ke Puskesmas Gembong. Namun karena jumlah pasien cukup banyak, sejumlah siswa kemudian dievakuasi ke beberapa rumah sakit di Kabupaten Pati, di antaranya RSUD RAA Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan KSH Pati.
Menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya antara lain nasi bakar, ayam suwir, tempe, telur, lalapan, kerupuk udang, dan buah semangka. Sejumlah siswa mengaku awalnya tidak merasakan keluhan setelah menyantap makanan tersebut. Gejala mulai dirasakan pada sore hingga malam hari, kemudian berlanjut hingga Rabu pagi.
Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, menyebut distribusi MBG pada Selasa datang lebih siang dari jadwal biasanya. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi, meskipun penyebab pasti keluhan kesehatan para siswa belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, membenarkan adanya dugaan kejadian keracunan di dua sekolah tersebut. Dinas Kesehatan masih melakukan pendataan serta penyelidikan epidemiologis untuk memastikan penyebabnya, termasuk menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium.
Hingga Rabu (9/9/2026), penanganan terhadap para siswa masih dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pihak terkait juga melakukan evaluasi terhadap penyediaan dan distribusi MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
/Red.







