
Pelatihan skrining mata melibatkan guru SD dan nakes untuk mendeteksi gangguan penglihatan. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Paparan gawai atau telepon seluler (HP) yang semakin lekat dengan keseharian anak anak di Kabupaten Pati, menjadi salah satu perhatian serius terhadap kesehatan mata.
Penggunaan HP secara berlebihan dinilai berisiko memicu gangguan penglihatan pada anak. Karena itu, deteksi sejak dini menjadi langkah penting mencegah kondisi tersebut mengganggu aktivitas belajar.
Kondisi itu menjadi dasar digelarnya Basic Eye Screening Training atau pelatihan dasar skrining mata di Kabupaten Pati.

Kegiatan ini melibatkan guru-guru sekolah dasar, tenaga kesehatan untuk memperkuat kemampuan mendeteksi gangguan penglihatan pada anak sejak dini.
Pelatihan yang diinisiasi Rotary Club Satellite of Kudus Pati bersama RS Mitra Bangsa Pati, berlangsung di Aula Imam Suroso RS Mitra Bangsa Pati.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Rotary Global Grant, yang berfokus pada pelayanan kesehatan mata anak.
Melalui pelatihan tersebut, para guru dan tenaga kesehatan dibekali pengetahuan serta kemampuan dasar melakukan skrining mata.
Langkah ini diharapkan membuat gangguan penglihatan pada anak dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada 187 siswa SD di Kabupaten Pati, Rabu (19/8/2026).
Bantuan kacamata gratis diberikan di RS Mitra Bangsa Pati, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan kesehatan mata.
Ketua Rotary Club Satellite of Kudus Pati, Suhartini mengatakan, kesehatan mata anak perlu menjadi perhatian bersama.
Sebab mata memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar dan membantu anak mengenali dunia di sekitarnya.
“Melalui mata kita dapat melihat dunia dengan jelas. Namun masih banyak anak yang mengalami gangguan penglihatan,” ujar Suhartini.
Ia berharap rangkaian program tersebut tidak berhenti pada pemberian kacamata saja. Namun juga membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mata anak, serta melakukan pemeriksaan secara berkala.
Dengan keterlibatan guru dan tenaga kesehatan dalam skrining mata, gangguan penglihatan diharapkan dapat ditemukan lebih awal.
Deteksi dini menjadi kunci agar anak tidak kehilangan kesempatan belajar secara optimal, akibat masalah penglihatan yang terlambat ditangani.
Suhartini menegaskan, Rotary bukan organisasi politik dan bukan organisasi agama serta bukan organisasi yang berorientasi pada keuntungan.
“Rotary merupakan organisasi kemanusiaan dan lami percaya bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian akan menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” katanya.
Suhartini mengatakan, mata merupakan jendela dunia sehingga kesehatan mata harus menjadi perhatian bersama.
“Melalui mata kita dapat melihat dunia dengan jelas. Namun masih banyak Anak yang mengalami gangguan penglihatan, ” tukasnya.
Karena itu, pelatihan dasar skrining mata ini sangat penting, agar gangguan mata dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat. (pra)






