Home » Momen Khidmat Mendadak Jadi Sorotan, Plt Bupati Pati Salah Ucap Sila Kedua Pancasila
IMG-20260818-WA0040

Plt Bupati Pati salah ucap sila kedua Pancasila saat menjadi inspektur upacara HUT Kemerdekaan RI. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– Momen khidmat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Pati mendadak menjadi sorotan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, salah melafalkan sila kedua Pancasila. Hal itu terjadi saat ia memimpin pembacaan dasar negara dalam upacara yang digelar di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8/2026).

 

Kesalahan itu kala Risma Ardi Chandra membacakan sila kedua Pancasila di hadapan peserta upacara dari berbagai elemen masyarakat.

 

Agenda upacara HUT Kemerdekaan Indonesia digelar di Alun-alun Kabupaten Pati, Senin (17/8/2026). (kanalmuria)

 

Alih-alih mengucapkan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, Risma justru menyebutnya sebagai “Keadilan yang Adil dan Beradab.”

 

Momen tersebut sempat terekam dalam siaran langsung upacara yang ditayangkan melalui kanal YouTube. Namun, tayangan langsung yang memperlihatkan kesalahan tersebut kini telah diturunkan.

 

Dalam rekaman video yang beredar, Risma tampak lancar saat mengucapkan sila pertama Pancasila. Kekeliruan baru terdengar ketika politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memasuki sila kedua.

 

Baca Juga: Merah Putih di Tengah Duka NTT, 10 Truk Bantuan dan Tim Medis Jateng Dikirim ke Lokasi Gempa

 

Menariknya, kesalahan tersebut tidak diikuti oleh peserta upacara. Hadirin tetap melafalkan sila kedua dengan bunyi yang benar, yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.”

 

Sementara itu, pembacaan sila ketiga hingga sila kelima oleh Risma berlangsung sesuai dengan rumusan Pancasila.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Risma Ardhi Chandra mengenai kesalahan pelafalan sila kedua tersebut.

 

Sebagai dasar negara, rumusan Pancasila memiliki sejarah panjang dalam proses persiapan kemerdekaan Indonesia.

 

Baca Juga: AI Makin Pintar, CEO Safin Pati: Generasi Muda Indonesia Jangan Kehilangan Karakter

 

Gagasan mengenai dasar negara Indonesia pertama kali disampaikan oleh Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

 

Dalam peristiwa di Pati tersebut, bagian yang menjadi sorotan adalah sila kedua yang seharusnya berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, tetapi oleh Risma diucapkan menjadi “Keadilan yang Adil dan Beradab.” (pra)