
Sebanyak 9.069 siswi kelas 5 SD menjadi sasaran vaksinasi Human Papillomavirus pada 2026 (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Upaya mencegah kanker serviks dimulai sejak usia sekolah. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebanyak 9.069 siswi kelas 5 SD menjadi sasaran vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) pada 2026 sebagai langkah perlindungan dini dari infeksi virus yang menjadi salah satu penyebab utama kanker leher rahim.
Program vaksinasi HPV tersebut mulai digulirkan sejak pertengahan Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan menargetkan ribuan siswi menerima imunisasi secara bertahap melalui puskesmas di wilayah masing-masing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, mengatakan vaksinasi HPV merupakan bagian dari program imunisasi rutin tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Sesuai dengan jumlah sasaran yang ada, target utama kami adalah siswi kelas 5 SD yang mencapai 9.065 anak,” kata Salis.
Baca Juga: Kisah Perjuangan Muhammad Salwa, Musisi Difabel Asal Kudus Menembus Panggung Ibukota
Tak hanya menyasar siswi kelas 5 SD, Dinkes Pati juga memberikan vaksinasi susulan kepada empat siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Mereka menjadi sasaran, karena belum pernah mendapatkan suntikan vaksin HPV saat masih duduk di kelas 5 SD.
Menurut Salis, vaksinasi HPV untuk anak perempuan usia sekolah bukan program baru. Imunisasi tersebut diberikan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang dapat dilakukan sejak dini.
Pelaksanaan vaksinasi tahun ini dilakukan secara bertahap oleh puskesmas. Jadwal penyuntikan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah, sehingga pelaksanaannya tidak harus berlangsung serentak di seluruh Kabupaten Pati.
“Jadwal dari puskesmas mengikuti kesiapan sekolah, mengingat pada bulan Agustus terdapat banyak kegiatan siswa, seperti perkemahan dan kegiatan luar kelas lainnya,” ujar Salis.
Pemberian vaksin HPV sejak usia sekolah diharapkan dapat menjadi perlindungan awal bagi anak perempuan sebelum mereka memasuki usia dewasa.
Baca Juga: Kekeringan Pati 2026: 2.655 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, Gabus Paling Parah
Vaksin ini menjadi salah satu upaya promotif dan preventif pemerintah untuk menekan risiko kanker serviks yang berkaitan dengan infeksi HPV.
Dengan vaksinasi yang dilakukan secara rutin, pemerintah daerah berharap kesadaran sekaligus perlindungan terhadap kesehatan perempuan dapat dibangun sejak usia dini. (pra)






