Pembukaan UMKU Silat Star VI di kampus UMKU (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Kudus – Persaingan pesilat pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia bakal memanaskan arena UMKU Silat Star VI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Sebanyak 730 atlet dari berbagai provinsi ambil bagian dalam kejuaraan nasional Tapak Suci ini, menandai lonjakan peserta sekaligus memperluas persaingan dari tingkat regional ke panggung nasional.
Kejuaraan bertajuk UMKU Silat Star VI tersebut digelar di Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) pada 15-18 Oktober 2026.

Ajang ini merupakan hasil kolaborasi UMKU dengan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, khususnya Pimpinan Daerah (Pimda) 157 Kabupaten Kudus.
Penyelenggaraan kejuaraan ini juga mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Bupati Kudus Tantang Santri Kuasai Teknologi, Akhlak Jangan Ditinggalkan
Ketua Pimda 157 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Kudus, Santoso, mengapresiasi kepada UMKU yang konsisten mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut hingga memasuki tahun keenam.
Menurut Santoso, antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. Jumlah atlet yang mendaftar melonjak dari sekitar 400 orang menjadi 730 atlet, bahkan sebelum pendaftaran ditutup.
“Saya senang karena dua minggu sebelum penutupan pendaftaran, peserta bertambah banyak, dari 400-an menjadi 730 atlet yang mendaftar,” ujar Santoso saat memberikan sambutan dalam pembukaan kejuaraan.
Ratusan atlet tersebut datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peserta juga berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Selatan.
Santoso berharap kejuaraan nasional ini berlangsung meriah dan menjadi wadah bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas serta menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. “Selamat bertanding, tetap tenang, dan tidak boleh sombong,” pesannya.
Bagian dari Milad ke-28 UMKU
Wakil Rektor III UMKU, Dr. Rizka Himawan mengatakan, UMKU Silat Star VI merupakan salah satu rangkaian kegiatan Milad ke-28 UMKU tahun 2026.
Ia mengapresiasi seluruh pimpinan daerah Tapak Suci yang konsisten mengirimkan kontingen berkompetisi setiap tahun. Dukungan berbagai pihak menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kejuaraan tersebut.
“Kami berharap kerja sama ini berlangsung terus dan semoga acara ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan. Terima kasih atas seluruh partisipasinya,” ucap Rizka.
Apresiasi juga disampaikan Ketua KONI Kudus, Sulistyanto. Ia menilai UMKU Silat Star mengalami perkembangan luar biasa, terutama dari sisi jangkauan peserta.
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya kejuaraan ini diikuti atlet dari wilayah eks-Karesidenan Pati, kini pesertanya datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Bagi Sulistyanto, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa kejuaraan yang digelar secara konsisten dapat berkembang menjadi ajang olahraga berskala nasional.
“Ini merupakan lompatan yang luar biasa karena bisa menyelenggarakan event nasional dengan jumlah peserta lebih dari 700 atlet. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujar Sulistyanto.
Ia juga berpesan agar para atlet tidak menjadikan kemenangan sebagai alasan untuk menyombongkan diri. Sebaliknya, kekalahan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan.
“Siapa pun yang menang atau kalah, pemenangnya tetap Tapak Suci,” tegasnya.
Cetak Atlet Berprestasi Nasional
Pesan serupa disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs. M. Afnan Hadikusumo, P.Br.
Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet Tapak Suci tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan iman dan akhlak.
Menurutnya, seorang pesilat harus memiliki keberanian, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu mengendalikan diri, baik saat meraih kemenangan maupun ketika mengalami kekalahan.
“Jaga sportivitas, jangan dendam kalau kalah dan jangan sombong ketika menang. Kalah menang biasa saja, tidak perlu berlebihan,” pesannya.
Afnan berharap UMKU Silat Star VI mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kudus di tingkat nasional hingga internasional.
Ia juga berharap penyelenggaraan kejuaraan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga pencak silat, khususnya Tapak Suci.
“Semoga UMKU Silat Star VI ini berjalan lancar dan berhasil menghasilkan atlet berkualitas nasional,” tandasnya.
Dalam kejuaraan ini, para peserta memperebutkan Piala Bergilir, penghargaan juara pertama hingga ketiga pada setiap kategori, gelar juara umum, atlet terbaik, serta uang pembinaan.
Dengan keikutsertaan 730 atlet dari berbagai provinsi, UMKU Silat Star VI diharapkan tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit pesilat potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. (pra)

1 thought on “730 Atlet Berbagai Daerah Berebut Gelar Juara UMKU Silat Star VI di Kudus”
Comments are closed.