pengukir asal Jepara membenahi ornamen ukuran di Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Jepara — Puluhan tahun setelah karya ukir Jepara menghiasi Masjid Istiklal di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, tiga pengukir asal Jepara kembali menjejakkan keterampilan mereka di masjid bersejarah tersebut.
Misi mereka bukan sekadar memperbaiki ornamen kayu yang rusak. Melainkan merawat warisan budaya Indonesia yang namanya melintasi batas negara.
Ketiga pengukir itu adalah Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo. Mereka bertolak ke Sarajevo pada Sqbtu (17/10/2026) untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal, yang menjadi salah satu simbol persahabatan Indonesia dan Bosnia.

Rombongan dipimpin Ikhwan Syaefulloh, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Ia mengoordinasikan pelaksanaan restorasi bersama pengurus masjid dan pihak terkait di Sarajevo.
Ada cerita menarik di balik misi tersebut. Ornamen yang akan direstorasi merupakan karya pengukir Jepara yang dihadiahkan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, kepada Bosnia dan Herzegovina puluhan tahun silam.
Namun, hingga kini, identitas para perajin yang membuatnya belum berhasil ditelusuri. Misi restorasi ini berawal dari kunjungan Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, ke Bosnia pada Februari 2026.
Saat itu, ia menjalankan diplomasi budaya untuk memperkuat upaya pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Dalam kunjungan tersebut, Rerie menemukan sejumlah ornamen kayu Masjid Istiklal mengalami kerusakan. Enam pilar berukir dari kayu jati harus diganti seluruhnya, karena kondisinya tidak memungkinkan diperbaiki dengan metode penambalan.
Selain enam pilar tersebut, pekerjaan restorasi mencakup bagian tangga dan hiasan dinding masjid. Rerie kemudian menawarkan bantuan perbaikan yang disambut baik oleh pengelola masjid.
Delapan bulan setelah kunjungan itu, komitmen tersebut diwujudkan melalui keberangkatan tiga pengukir Jepara untuk menangani langsung restorasi di Sarajevo.
“Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara,” ujar Rerie pada Jumat (16/10/2026).
Menurut Rerie, keberadaan ukiran Jepara di Sarajevo menjadi bukti bahwa keterampilan tradisional Indonesia telah menjangkau dunia internasional sejak puluhan tahun lalu.
Bagi Jepara, keterlibatan tiga pengukir tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa seni ukir bukan sekadar peninggalan masa lalu. Tradisi yang diwariskan lintas generasi itu tetap hidup, berkembang, dan dibutuhkan hingga ke mancanegara.
Baca Juga: Plt Bupati Chandra Tantang Siswa Sekolah Rakyat Pati Unjuk Prestasi
Misi ini juga memperlihatkan bagaimana diplomasi budaya dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Restorasi Masjid Istiklal diharapkan turut memperkuat pengakuan internasional terhadap seni ukir Jepara. Selain itu,.menjaga keberlanjutan tradisi yang menjadi identitas masyarakat setempat.
“Warisan budaya bukan benda mati yang hanya dipajang. Ia adalah jejak peradaban yang harus terus dirawat agar generasi berikutnya mengenali akar identitasnya. Pengukir Jepara yang bekerja di Sarajevo hari ini sedang menjaga jejak itu,” kata Rerie.
Puluhan tahun lalu, tangan para pengukir Jepara meninggalkan jejak di Sarajevo. Kini, generasi berikutnya kembali untuk merawatnya. (pra)

2 thoughts on “Tiga Pengukir Jepara Terbang ke Bosnia, Benahi Ukiran di Masjid Warisan BJ Habibie”
Comments are closed.