Home » Ratusan Peternak Ayam Pati Siap Turun ke Jalan, Harga Telur dan Harga Jual Ayam Broiler Masih di Bawah HPP, Peternak Menjerit
98ab10ec-05b9-4ee9-88d2-72e4bd4abf3b

Kanalmuria.com, PATI, 3 Agustus 2026 – Kesabaran para peternak unggas di Kabupaten Pati dinilai telah mencapai titik puncak. Setelah berbulan-bulan dihimpit tingginya harga pakan, harga telur yang belum memberikan keuntungan layak, serta harga jual ayam broiler yang masih berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), ratusan peternak memutuskan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Berdasarkan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Kabupaten Pati, aksi unjuk rasa akan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB di Alun-Alun Pati, dengan melibatkan sekitar 200 peserta dari Asosiasi Unggas Kabupaten Pati dan Koperasi Unggas Sumber Rejeki.

Menurut para peternak, kondisi yang mereka alami sudah tidak lagi sekadar sulit, tetapi mengancam keberlangsungan usaha. Harga pakan terus berada pada level tinggi sehingga biaya produksi membengkak. Di sisi lain, harga telur belum mampu memberikan margin keuntungan yang memadai. Sementara itu, harga jual ayam broiler di tingkat peternak masih berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) sehingga peternak belum dapat menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Kondisi tersebut membuat setiap ekor ayam yang dijual justru berpotensi menimbulkan kerugian. Para peternak menilai situasi ini tidak boleh terus dibiarkan. Jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah, semakin banyak peternak rakyat yang terancam gulung tikar. Dampaknya bukan hanya hilangnya mata pencaharian ribuan keluarga, tetapi juga dapat mengganggu pasokan pangan nasional.

Dalam aksi tersebut, peternak menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:

1. Menurunkan harga pakan ternak.
2. Menaikkan harga telur agar peternak memperoleh keuntungan yang layak.
3. Menstabilkan harga jual ayam broiler agar berada di atas Harga Pokok Produksi (HPP).
4. Menghapus praktik monopoli impor bahan baku pakan.
5. Menjamin ketersediaan jagung dengan harga sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP).
6. Membentuk Kementerian Peternakan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor peternakan nasional.
7. Mewujudkan distribusi Day Old Chick (DOC) yang adil dengan harga yang wajar bagi peternak kecil dan peternak rakyat.

Aksi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa peternak bukan meminta perlakuan istimewa, melainkan kebijakan yang menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil. Mereka menginginkan harga jual hasil ternak yang mampu menutup biaya produksi sehingga usaha peternakan rakyat dapat terus bertahan.

“Saat harga pakan terus melambung, harga telur belum pulih, dan harga jual ayam broiler masih berada di bawah HPP, peternak dipaksa menjual dengan kerugian. Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa solusi, bukan hanya peternak yang tumbang, tetapi ketahanan pangan nasional juga berada dalam ancaman. Sudah saatnya pemerintah hadir dengan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada peternak rakyat.”

/Tim.