Bupati Samani Intakoris memantau pelaksanaannya Pilketos di SLB Purwosari Kudus. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Kudus – Sebanyak 91 sekolah tingkat SLTA sederajat di Kabupaten Kudus mengikuti Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak 2026.
Sebagai proyek percontohan pertama di Jawa Tengah, kegiatan ini mendapat perhatian dari Bupati Kudus Samani Intakoris. Ia memantau pelaksanaannya di tiga sekolah, Rabu (16/9/2026).
Monitoring dilakukan di SLB Negeri Purwosari Kudus, SMK Negeri 1 Kudus, dan MA Mu’allimat NU Kudus. Selain memastikan kegiatan berjalan lancar, kunjungan itu menjadi kesempatan bagi Bupati untuk melihat langsung proses pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah.

Sam’ani menegaskan, Pilketos bukan sekadar agenda memilih Ketua OSIS saja. Namun juga sarana bagi siswa untuk memahami hak suara, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, dan menerima hasil pemilihan.
“Ini pembelajaran demokrasi, bagaimana kita belajar jujur dan bersemangat dalam kekeluargaan,” ujar Sam’ani.
Ia mengingatkan, perbedaan pilihan dan persaingan merupakan hal yang wajar. Setelah pemungutan suara selesai, seluruh siswa diminta menghormati dan mendukung ketua OSIS terpilih.
“Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan sedih, karena persaingan itu hal yang biasa. Inilah pembelajaran demokrasi bagi panjenengan semua,” pesannya.
Samani juga mengapresiasi keterlibatan SLB dalam Pilketos Serentak 2026. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran demokrasi.
Baca Juga: UMKM Berizin Didorong Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan di Kudus
Ia turut menyampaikan penghargaan kepada KPU Kudus yang telah membuka ruang bagi siswa SLB, serta kepada kepala sekolah dan guru yang mendampingi siswa dengan sabar dan telaten.
“Mereka adalah anak-anak Indonesia yang memiliki hak yang sama,” tukasnya.
Kepada para siswa, Samani berpesan agar terus mengejar cita-cita dan menggunakan hak pilih berdasarkan hati nurani, dengan mempertimbangkan figur, kinerja, serta kualitas setiap calon.
“Siapa pun yang terpilih harus kita hormati, apa pun hasilnya. Karya lebih unggul daripada gaya, prestasi lebih unggul daripada gengsi,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan, Pilketos Serentak dirancang memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada peserta didik.
Rangkaian kegiatan dibuat menyerupai proses pemilihan pada umumnya, mulai dari persiapan, pencalonan, kampanye, hingga pemungutan suara.
“Pilketos ini kami dorong sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa,” jelas Ahmad Amir Faisol.
Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus Edi Sujito mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya. Kegiatan tersebut membantu siswa belajar memilih, menyampaikan pilihan, dan menghargai proses demokrasi sesuai kemampuan masing-masing.
Baca Juga: Sidak Dinihari SPPG di Bumi Kartini, Satgas MBG Jepara Temukan Banyak Catatan
Hasil monitoring menunjukkan, pelaksanaan Pilketos di tiga sekolah berlangsung lancar. SLB Negeri Purwosari diikuti dua calon, SMK Negeri 1 Kudus lima calon, dan MA Mu’allimat NU Kudus tujuh calon.
Pilketos Serentak 2026 diharapkan menjadi pengalaman demokrasi yang berharga bagi siswa. Serta menanamkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan sejak bangku sekolah. (pra)

1 thought on “Pilketos Serentak 2026: 91 Sekolah di Kudus Belajar Demokrasi Sejak Dini”
Comments are closed.