Home ยป Penyaluran Beasiswa Tersendat, Pemkab Pati Gunakan APBD Perubahan 2026
WhatsApp Image 2026-07-02 at 11.43.55 PM

Para mahasiswa di Pati penerima manfaat kebingungan setelah beasiswa tersendat. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati- Keinginan ratusan mahasiswa di Kabupaten Pati untuk segera menerima bantuan beasiswa yang sempat tersendat, tampaknya harus membutuhkan kesabaran lagi.

 

Sebab hingga Kamis (2/7/2026), beasiswa bagi 183 mahasiswa Pati yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan menghadapi hambatan.

 

Karena itu, nasib ratusan mahasiswa kurang mampu penerima bantuan pendidikan itu makin merana. Sebab sudah sejak April hingga Juni 2026 belum juga bisa dicairkan.

 

Plt Bupati Chandra siap mengalokasikan bantuan beasiswa dari APBD 2026. (kanalmuria)

Untuk menyambung keberlanjutan kuliah ratusan penerima manfaat ini, pemerintah kabupaten setempat harus memutar otak. Jalan keluarnya dengan mengalokasikan anggaran dari APBD Perubahan 2026 untuk beasiswa.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengaku, bahwa tersendatnya pencairan beasiswa karena sebagian perusahaan yang sebelumnya menjadi penopang dana CSR belum juga menyalurkan bantuan keuangan.

 

Chandra juga menyebut bahkan ada sejumlah perusahaan yang akhirnya memutuskan menghentikan program penyaluran beasiswa bagi ratusan mahasiswa kurang mampu tersebut.

 

“Karena (beasiswa) memakainya dari dana CSR, ada beberapa perusahaan yang tidak memberikan. Namun kami terus berupaya mencari solusi untuk anggarannya,” tutur Chandra kepada wartawan belum lama ini.

 

Chandra mengakui bahwa Pemkab Pati tidak dapat memaksa perusahaan untuk menyalurkan dana CSR. Sebab penyalurannya sifatnya tidak wajib.

 

Namun Pemkab Pati terus berupaya maksimal melakukan komunikasi agar lebih banyak perusahaan kembali berpartisipasi ikut membiayai program beasiswa.

 

Chandra menyebut bahwa hingga saat ini, dilaporkan ada tiga perusahaan yang masih bersedia mendukung program beasiswa itu. Diantaranya Perusahaan Gula (PG) Trangkil, Bank Jateng serta Badan Amil Zakat Nasional Pati.

 

“Perusahaan tetap kami tagih, tetapi belum tentu nilainya sama seperti tahun lalu. Ada (perusahaan) yang mundur, ada juga yang masih mendukung program penyaluran beasiswa ini,” terang Chandra.

 

Meskipun menghadapi berbagai kendala, Chandra tetap memastikan bahwa program beasiswa tidak akan dihentikan. Pemkab mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026, agar mahasiswa penerima manfaat tidak mengalami kesulitan melanjutkan kuliahnya.

 

“Pada perubahan anggaran (Perubahan APBD Pati 2026), nanti akan kami alokasikan (Beasiswa). Kami tidak bisa memaksa perusahaan, karena CSR bukan kewajiban. Kami berharap perusahaan yang memiliki kemampuan tetap mau berkontribusi,” pinta Chandra.

 

Untuk diketahui, program beasiswa awalnya diberikan kepada 194 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dalam perjalanannya, jumlah penerima berkurang menjadi 183 mahasiswa.

 

Program beasiswa bagi ratusan mahasiswa Pati, dengan memberikan bantuan dengan nominal berbeda sesuai kategori penerima. Perinciannya Rp 1 juta per bulan untuk mahasiswa kategori miskin.

 

Selanjutnya untuk Rp 1,5 juta per bulan untuk mahasiswa kategori miskin ekstrem. Kemudian Rp 2,5 juta per bulan untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran.

 

Program beasiswa itu resmi disalurkan kepada 183 mahasiswa Pati sejak 28 Juli 2015. Mereka menerima beasiswa dari Pemkab Pati yang bekerja sama dengan Bank Jateng, Baznas dan perusahaan swasta lainnya.

 

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati menyampaikan, program beasiswa ini telah melalui proses verifikasi dan validasi ketat terhadap 282 mahasiswa.

 

Hasilnya kemudian ditetapkan sebanyak 194 mahasiswa layak menerima beasiswa. Penerima manfaat terbagi dalam tiga kategori berdasarkan program studi, akreditasi perguruan tinggi, serta kriteria kemiskinan mulai dari P1 hingga P4.

 

Dengan total pendanaan dari CSR Bank Jateng sebesar Rp1,9 miliar, ditambah dukungan Baznas dan pihak ketiga. Program ini menjadi wujud komitmen Pemkab Pati membangun masa depan daerah melalui pendidikan. (pra)