
Tradisi sedekah laut digelar warga nelayan Desa Pecangaan Batangan Pati. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati- Tradisi sedekah laut atau larung sesaji kembali digelar masyarakat Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Kamis (2/7/2026).
Tradisi tahunan yang menjadi wujud rasa syukur para nelayan atas hasil laut itu berlangsung khidmat dengan pengamanan dari Polresta Pati.
Pengamanan dipimpin Wakasat Polairud Polresta Pati AKP Budi Santoso bersama personel Satpolairud. Selain itu, melibatkan Polsek Batangan, Koramil Batangan, serta didukung Camat Batangan dan Pemerintah Desa Pecangaan.

Kehadiran aparat bertujuan memastikan kegiatan masyarakat berlangsung tertib. Sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh peserta.
Prosesi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pecangaan. Rombongan panitia bersama aparat keamanan berangkat menuju perairan Laut Pecangaan.
Dalam prosesi ini, dilakukan larung sesaji berupa satu kepala kambing yang dikawal sekitar 70 perahu nelayan tradisional.
Usai prosesi larung sesaji di tengah laut, rombongan melanjutkan tahlil dan doa bersama di Punden Simbah Bada’un Sawa’un.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengaku mengerahkan personel beserta sarana keselamatan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.
“Pengamanan dilakukan sejak awal hingga seluruh peserta kembali ke darat. Kami ingin memastikan tradisi sedekah laut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” kata Kompol Hendrik.
Satpolairud menyiagakan satu unit perahu karet, life jacket, ring buoy dan megaphone. Selain itu, kendaraan operasional sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila terjadi keadaan darurat di wilayah perairan.
“Kami juga mengingatkan seluruh peserta mengutamakan keselamatan saat berlayar, mematuhi arahan petugas, dan menggunakan perlengkapan keselamatan selama mengikuti prosesi di laut,” ujarnya.
Menurut Kompol Hendrik, sedekah laut merupakan tradisi yang telah menjadi agenda rutin masyarakat pesisir Pecangaan.
Selain melestarikan budaya warisan leluhur, kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan hasil tangkapan laut yang menjadi sumber penghidupan para nelayan.
“Polri mendukung pelestarian tradisi budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Keberhasilan pengamanan tidak terlepas dari sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat, ” tukasnya. (pra)






