
Sharing Session Keolahragaan bersama Wahyu Eko Prasetyo. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati- Membangun kejayaan olahraga tidak hanya berbicara tentang menang atau kalah dalam sebuah pertandingan. Lebih dari itu, diperlukan sistem pembinaan atlet yang terencana, berkelanjutan, dan mampu melahirkan prestasi hingga masa depan.
Semangat inilah yang menjadi fokus utama dalam Sharing Session Keolahragaan bersama Wahyu Eko Prasetyo, S.Si., QRMA, Analis Kebijakan Ahli Pertama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).
Mengusung tema “Menuju Indonesia Emas 2045”, Sharing Session Keolahragaan ini mengupas pentingnya penerapan konsep Long Term Athlete Development (LTAD). Yakni sebagai strategi pembinaan atlet sejak usia dini hingga mencapai puncak prestasi.

Melalui pendekatan tersebut, diharapkan tercipta ekosistem olahraga yang terstruktur dan berkesinambungan. Selain itu, mampu menghasilkan regenerasi atlet nasional yang berkualitas.
Wahyu Eko Prasetyo akan membagikan wawasan mengenai arah kebijakan pembangunan olahraga nasional. Meliputi strategi pembinaan atlet jangka panjang, serta pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelatih, organisasi olahraga dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui sektor olahraga.
Agenda Sharing Session Keolahragaan diselenggarakan di Universitas Safin Pati pada Sabtu, 4 Juli 2026 pada pukul 9.00 WIB hingga selesai.

Universitas Safin Pati terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan akademik, pembinaan karakter, dan pengembangan olahraga prestasi.
Sistem Pendidikan USP
Hingga saat ini, Universitas Safin Pati telah memiliki lima fakultas dengan 16 program diploma. Diantaranya Fakultas Ilmu Komputer S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi. Kemudian Fakultas Ilmu Kesehatan S1 Ilmu Keperawatan, S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Gizi, Diploma 3 Farmasi, Diploma 3 Kebidanan dan Profesi Ners.
Selain itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Prodi S1 Administrasi Niaga, S1 Administrasi Negara, Diploma 3 Kesekretariatan, Diploma 3 Manajemen Pemasaran.

Kemudian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi S1 Pendidikan Jasmani (Pendidikan Olahraga). Serta Fakultas Hukum Prodi S1 Ilmu Hukum.
Kampus ini juga didukung fasilitas olahraga yang lengkap melalui Akademi Safin sebagai pusat pembinaan sepak bola modern.
Akademi olahraga tersebut memiliki delapan lapangan training ground, asrama siswa, fasilitas gym, lapangan voli indoor, lapangan futsal dan fasilitas oendukung lainnya.
Beragam fasilitas olahraga yang dimiliki Universitas Safin Patin juga berkolaborasi dengan Safin Pati Sport School Indonesia, yang menjadi sarana pembinaan pemain sepak bola usia muda hingga profesional.
“Fasilitas tersebut didukung oleh tenaga pelatih yang kompeten, sehingga mampu menciptakan lingkungan latihan yang profesional dan berorientasi pada prestasi, ” ujar CEO Safin Pati Sports School Indonesia, Rafi Rizqullah Arifin.
Tidak hanya itu, kata Rafi, Universitas Safin Pati juga mengembangkan sistem pendidikan berkonsep boarding school. Fasilitas ini menjadi rumah bagi peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam, lingkungan pendidikan di Safin Pati Sport School Indonesia tersebut, dibangun untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, nasionalisme, serta memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Pemecahan Rekor MURI Lapangan Bola
Konsep pendidikan di kampus swasta terbesar di wilayah Pati, Rembang dan Blora ini, menjadi salah satu karakteristik yang membedakan Universitas Safin Pati, sebagai kampus yang mengedepankan pembinaan karakter sekaligus prestasi.
Seluruh pengembangan tersebut berada di bawah naungan Yayasan Safin Bina Bangsa yang diketuai oleh H. Saiful Arifin.
Saat ini, Yayasan Safin Bina Bangsa yang juga tengah mematangkan rencana besar untuk mengajukan pemecahan Rekor MURI. Yakni dalam kategori kepemilikan jumlah lapangan sepak bola berstanfar FIFA terbanyak, dalam satu kawasan yang berlokasi di Kompleks Gelora Soekarno, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.
Rencana tersebut menjadi bagian dari visi besar membangun kawasan olahraga terpadu yang dapat menjadi pusat pembinaan atlet nasional.
Pengelolaan Safin Pati Sports School Indonesia dipimpin oleh CEO Rafi Rizqullah Arifin, juga terus mengembangkan sistem pembinaan modern. Proyeksinya mencetak atlet-atlet muda berprestasi dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam Sharing Session Keolahragaan ini, diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk mahasiswa, guru pendidikan jasmani, pelatih, pegiat olahraga dan kademisi. Serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga Indonesia.
Panitia Sharing Session Keolahragaan Universitas Safin Pati, mengingatkan bahwa pendaftaran akan ditutup pada 2 Juli 2026.
Karena itu, masyarakat bisa segera mendaftarkan diri agar dapat mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang berbagi gagasan dan inspirasi dalam membangun ekosistem olahraga Indonesia yang lebih maju, profesional, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (pra)






