Petugas Damkar mengevakuasi jenazah pekerja mebel di Jepara. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Jepara – Kobaran api tiba-tiba menyambar tubuh Daryono saat kebakaran melanda gudang mebel CV Allpin Furniture di Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, Selasa (13/10/2026).
Dalam hitungan detik, pekerja berusia 59 tahun itu berusaha menyelamatkan diri. Namun panas yang sangat menyengat, membuatnya terjatuh sebelum berhasil menjauh dari kobaran api.
Daryono mengalami luka bakar pada kaki, tangan, dan sebagian wajah. Hingga Rabu (14/10/2026), warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD R.A. Kartini Jepara.

Daryono mengingat betul betapa cepatnya api menyambar. Ia menggambarkan kejadian itu seperti semburan naga yang datang tiba-tiba.
Dalam situasi panik, ia berusaha berlari ke bagian belakang gudang. Namun tak sanggup menahan panas hingga akhirnya terjatuh.
“Ada letusan seperti di film, seperti naga nyembur. Tidak sempat lari, itu api ke tubuh saya semua. Lalu saya lari ke belakang, saking tak kuatnya saya jatuh, panas tidak kuat,” ujar Daryono.

Akibat luka bakar yang cukup parah, Daryono harus mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, dua pekerja lainnya menjadi korban kebakaran yang melanda gudang penyimpanan dan pengolahan material kayu tersebut.
Satu pekerja bernama Aprilianto (22) meninggal dunia di lokasi kejadian.Korban bernama Aprilianto (24), warga Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar mencapai 100 persen.
Baca Juga: Geger Dugaan Bisnis Pengerahan Debt Collector, 24 Orang Perusuh Ditangkap di Kudus
Adapun dua korban selamat adalah Daryono dan Geswanto (38). Namun mereka mengalami luka bakar serius.
Geswanto mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Sedangkan Daryono sekitar 35 persen. Keduanya menjalani perawatan di RSUD R.A. Kartini Jepara, dengan Geswanto dirawat di ruang intensif atau ICU.
/Wabup Jepara Jenguk Korban/
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menjenguk para korban di RSUD R.A. Kartini pada Rabu (14/10/2026).
“Kami bersama perangkat daerah, Pak Dirut RSUD, Baznas, dan PMI menyerahkan bantuan untuk meringankan beban para korban kebakaran di CV Allpin Furniture,” ujar Ibnu Hajar.
Pemkab Jepara terus memantau kondisi para korban melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) serta pihak RSUD Kartini Jepara.
Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, Hadi Sarwoko, memastikan tim medis memaksimalkan penanganan terhadap para korban kebakaran. Kondisi pasien terus dipantau, untuk menyesuaikan kebutuhan perawatan berdasarkan tingkat keparahan luka yang dialami.
Diduga Korsleting Listrik
Di tempat terpisah, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara, Samiadji, mengatakan, kebakaran menghanguskan gudang besar yang digunakan untuk menyimpan sekaligus mengolah berbagai material kayu.
Bagian tengah kompleks gudang menjadi area yang mengalami kerusakan paling parah. Di lokasi tersebut terdapat tumpukan serbuk sisa gergaji kayu, kayu gelondongan, serta kayu yang telah dibelah.
“Bagian yang paling parah terbakar berada di tengah kompleks gudang. Di sana terdapat gerjen atau serbuk sisa gergaji kayu, kayu gelondongan, dan kayu yang sudah terbelah menumpuk menggunung,” terang Samiadji.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 meter persegi. Berdasarkan indikasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bagian saklar.
Baca Juga: Bentrokan Mencekam di Kudus, Polisi Tangkap 25 Debt Collector dan Sajam
Percikan api kemudian menyambar serbuk kayu yang telah dikemas, hingga memicu kobaran api yang cepat membesar.
“Indikasi sementara, api diduga berasal dari korsleting listrik di saklar yang menimbulkan percikan. Percikan itu kemudian menyambar serbuk kayu yang sudah di-packing,” tutur Samiadji.
Besarnya kobaran api juga dilaporkan memicu ledakan di dalam gudang. Dampaknya, sebuah truk roda enam dan tangki yang berada di area tersebut turut terdampak.
Banyaknya material kayu dan serbuk yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar dan menyulitkan petugas dalam mengendalikan kebakaran.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Jepara, Albertus Kurniawan, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.05 WIB.
Petugas menerima laporan delapan menit kemudian, tepatnya pukul 13.13 WIB, dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 13.18 WIB.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari banyaknya material yang mudah terbakar hingga terbatasnya pasokan air.
Sumber air yang dapat digunakan berada cukup jauh dari lokasi kebakaran, yakni di wilayah Guyangan. Kondisi tersebut membuat petugas harus berulang kali mengambil air untuk mendukung proses pemadaman.
“Suplai air sempat menjadi kendala karena jarak sumber air cukup jauh. Petugas harus bolak-balik untuk mengambil pasokan air ke luar lokasi,” ucap Samiadji.
Sementara itu, pihak pemilik dan manajemen perusahaan belum dapat memastikan total kerugian material akibat kebakaran tersebut. (pra)

2 thoughts on “Cerita Pilu Korban Kebakaran Mebel Jepara, Satu Pekerja Tewas dan Dua Terluka Parah Disambar Kobaran Api”
Comments are closed.