Home » Kejar Investasi Rp12,6 Triliun, Chandra Tantang KADIN Pati Jemput Investor
IMG-20261010-WA0002

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menantang KADIN Kabupaten Pati memanfaatkan jaringan bisnisnya untuk mendatangkan investor. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Tak cukup hanya mengandalkan potensi daerah, Kabupaten Pati kini dituntut lebih agresif menjemput investor.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pun menantang Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pati, memanfaatkan jaringan bisnisnya untuk mendatangkan investor.

 

Selain itu, KADIN ditantang untuk bisa merealisasikan peluang investasi senilai Rp12,6 triliun yang telah disepakati delapan perusahaan.

 

Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Pati usai dilantik. (kanalmuria)

 

Dorongan itu disampaikan Chandra saat pengesahan dan pengukuhan Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Pati di Kantor KADIN Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

 

Chandra menegaskan, pengukuhan kepengurusan KADIN Pati baru tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. KADIN harus segera bergerak dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membuka akses investasi yang lebih luas.

 

“Pengesahan KADIN ini jangan hanya seremonial. Segeralah bersinergi dengan kami. Tolong investor-investor yang ada di jejaring KADIN dibawa ke Pati,” tegas Chandra.

 

Peluang tersebut mendapat dukungan dari KADIN Provinsi Jawa Tengah. Ketua Umum KADIN Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro menyatakan, organisasinya siap membantu membuka akses investasi sekaligus mendukung rencana pembentukan kawasan industri di Pati.

 

Baca Juga: Viral Proyek Trotoar Rp14,3 Miliar Dikritik DPRD Pati dan Warga Bumi Mina Tani

 

Menurut Harry, KADIN Jawa Tengah memiliki Tim Percepatan Investasi yang dapat dilibatkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah daerah serta mendorong realisasi penanaman modal.

 

“KADIN Jawa Tengah memiliki tim percepatan investasi. Kami punya tim yang bisa mendatangkan para investor, juga bisa berkolaborasi dalam membentuk suatu kawasan industri,” ujar Harry.

 

Optimisme mendatangkan investor semakin menguat, setelah Pemkab Pati menggelar Pati Business Forum pada pekan sebelumnya.

 

Forum yang diikuti sekitar 70 pengusaha tersebut menghasilkan kesepakatan investasi senilai Rp12,6 triliun dari delapan perusahaan, termasuk pelaku usaha lokal dan perusahaan dengan skema Penanaman Modal Asing (PMA).

 

Chandra menyebut kesepakatan tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia menegaskan, komitmen investasi harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

 

“Agreement yang kami tandatangani kemarin mencapai Rp12,6 triliun dari delapan perusahaan yang berencana berinvestasi,” ungkapnya.

 

Pemkab Pati, lanjut Chandra, mulai menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan sejumlah perusahaan, terutama calon investor dari China dan Malaysia.

 

Baca Juga: Sudewo Optimistis Divonis Bebas, Klaim Tak Ada Bukti Keterlibatan Dua Kasus Korupsi

 

“Kita langsung eksekusi dengan beberapa perusahaan, khususnya perusahaan dari China dan Malaysia,” tegasnya.

 

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan pelabuhan perikanan. Untuk mendukung rencana tersebut, proses pembebasan lahan disebut telah mencapai hampir 15 hektare dari total kebutuhan sekitar 35 hektare.

 

Chandra juga berencana mengunjungi sejumlah calon investor guna memastikan kesiapan mereka sebelum memasuki tahapan kerja sama berikutnya.

 

Siapkan Kawasan Industri 1.400 Hektare
Selain menindaklanjuti komitmen investasi yang sudah terjalin, Pemkab Pati juga menjajaki pengembangan kawasan industri dengan luas sekitar 1.400 hektare.

 

Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi industri dari luar daerah maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Pati.

 

Ketersediaan kawasan industri dinilai penting agar peluang investasi dapat ditangkap secara lebih terencana dan berkelanjutan.

 

“Kita ingin menggandeng industri-industri yang ada di luar untuk kita ajak bekerja sama dan berinvestasi di Kabupaten Pati,” kata Chandra.

 

Di sisi lain, pemerintah daerah berupaya membenahi pelayanan perizinan agar tidak menjadi penghambat bagi pelaku usaha. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memangkas tarif Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga 50 persen.

 

Pemkab Pati juga menyiapkan satu penanggung jawab atau Person in Charge (PIC) untuk mengawal kebutuhan perizinan masing-masing investor. Skema ini diharapkan mempermudah koordinasi sekaligus mempercepat penyelesaian administrasi.

 

Chandra mengungkapkan, sejumlah perizinan yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat setelah dilakukan pembenahan.

 

“Ada beberapa perusahaan yang izinnya sampai berbulan-bulan tidak jadi. Kami selesaikan cuma dalam waktu sepuluh hari kerja,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kepastian proses administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Karena itu, birokrasi yang sederhana, cepat, dan terukur perlu terus diperkuat agar Pati semakin kompetitif sebagai tujuan investasi.

 

Tak hanya soal perizinan, Chandra juga menyoroti persoalan yang berpotensi merusak iklim investasi, yakni dugaan pungutan tidak semestinya dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

 

Pemkab Pati berencana memanggil perusahaan-perusahaan di daerah untuk memastikan proses perekrutan berjalan transparan dan tidak membebani pencari kerja dengan biaya yang tidak semestinya.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan kehadiran investasi memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

 

“Jangan sampai citra investasi di Kabupaten Pati dicoreng masalah-masalah seperti ini. Kalau ada persoalan, harus dikomunikasikan dengan baik,” tegas Chandra.

 

Kolaborasi Ekonomi Pati Raya

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro menilai Pati memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu tujuan investasi baru di Jawa Tengah.

 

Harry berharap penguatan investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati, tetapi juga mendorong kolaborasi antardaerah di kawasan Pati Raya.

 

“Pati ini sudah menjadi nama besar dari kawasan Pati Raya. Kami berharap Pati Raya bisa menjadi pemimpin untuk mengolaborasikan kegiatan ekonomi yang ada di Pati Raya,” ujarnya.

 

Ia mendorong pengurus KADIN Kabupaten Pati membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah dan KADIN Jawa Tengah.

 

Dengan koordinasi yang baik, peluang investasi yang ditemukan di daerah diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret.

 

Ketua KADIN Kabupaten Pati Didik Supriyanto menegaskan, kepengurusan baru akan memperkuat organisasi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi.

 

Menurut Didik, pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk menggerakkan kembali peran KADIN dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian daerah.

 

Ia menilai sinergi dengan pemerintah daerah perlu diperkuat agar pelaku usaha memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Pati.

 

Chandra berharap kepengurusan baru mampu memanfaatkan jaringan bisnis yang dimiliki untuk mendatangkan lebih banyak investor.

 

Ia menekankan, KADIN harus mengambil peran nyata dalam mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan peluang usaha yang tersedia.

 

“Ini momentum awal kebangkitan KADIN Kabupaten Pati. Kita harus sama-sama membuktikan bahwa kekuatan Pati terus bergerak dan menyambut baik investasi yang akan datang,” tandasnya.

 

Pengukuhan kepengurusan KADIN Kabupaten Pati tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Tengah, Komite Tetap Bidang Organisasi KADIN Provinsi Jawa Tengah, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Pati, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (pra)

1 thought on “Kejar Investasi Rp12,6 Triliun, Chandra Tantang KADIN Pati Jemput Investor”

Comments are closed.