Home » Kualitas Layanan MBG di Pati Disorot, SPPG Diberi Waktu Sepekan Benahi Kekurangan
IMG-20261010-WA0006

Instalasi pengolahan air limbah SPPG mendapat perhatian serius Satgas MBG Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Kualitas layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati terus dievaluasi. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pati dan Margorejo, Jumat (9/10), untuk memastikan kebersihan, pengelolaan limbah, dan operasional dapur berjalan optimal.

 

Dalam peninjauan tersebut, Chandra mengunjungi SPPG Ngarus, SPPG Kodim 0718/Pati, dan SPPG Penambuhan. Ia mengapresiasi kondisi kebersihan SPPG Ngarus yang dinilai sudah baik, sekaligus mendorong pengelola menyempurnakan sejumlah aspek teknis guna meningkatkan kualitas pelayanan.

 

Menurut Chandra, kebersihan SPPG Ngarus dapat menjadi contoh bagi pengelola dapur MBG lainnya. Kondisi gudang kering, gudang basah, area pemorsian, hingga peralatan yang digunakan untuk mendukung operasional dinilai telah memenuhi standar kebersihan yang baik.

 

Air hasil pengolahan IPAL diharapkan tidak berbau dan tidak mengandung sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. (kanalmuria)

 

“Secara kebersihan sudah baik. Mungkin SPPG yang lain bisa mencontoh kebersihan dari SPPG Ngarus ini,” ujar Chandra.

 

Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa bagian yang perlu disempurnakan. Di antaranya, tempat penyimpanan peralatan memasak yang perlu dilengkapi penutup atau sekat serta area pencucian yang disarankan menggunakan grease trap untuk membantu memisahkan lemak dari air limbah.

 

Perhatian juga diberikan terhadap instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Chandra menilai pengelolaan IPAL di SPPG Ngarus sudah berjalan baik. Hal itu terlihat dari air hasil pengolahan yang tidak berbau dan tidak mengandung sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

 

Baca Juga: Kejar Investasi Rp12,6 Triliun, Chandra Tantang KADIN Pati Jemput Investor

 

Namun, ia mendorong pengelola melakukan penyempurnaan dengan menambahkan bakteri pengolah limbah agar proses pengolahan air buangan semakin optimal.

 

“IPAL-nya sudah baik. Tinggal ada penyempurnaan agar proses pengolahan air limbah semakin optimal dan hasilnya tetap aman bagi lingkungan,” katanya.

 

Chandra menegaskan, evaluasi tersebut bukan sekadar pemeriksaan fasilitas, melainkan bagian dari upaya menjaga mutu operasional dapur MBG secara berkelanjutan.

 

Kebersihan area kerja, kelayakan peralatan, dan pengelolaan limbah menjadi aspek penting untuk mendukung pelayanan pemenuhan gizi yang berkualitas.

 

Ia juga menyampaikan bahwa catatan hasil evaluasi dari peninjauan pada pekan-pekan sebelumnya telah disampaikan kepada masing-masing SPPG. Pengelola diberi waktu satu minggu untuk menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebelum dilakukan pemeriksaan kembali pada pekan berikutnya.

 

“Kami berharap setiap masukan bisa ditindaklanjuti bersama. Tujuannya agar kualitas pelayanan terus meningkat dan anak-anak sebagai penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi dengan baik,” tuturnya.

 

Baca Juga: Viral Proyek Trotoar Rp14,3 Miliar Dikritik DPRD Pati dan Warga Bumi Mina Tani

 

Menurut Chandra, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjaga kualitas pelayanan.

 

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, dan pengelola SPPG perlu terus diperkuat melalui komunikasi serta evaluasi berkala.

 

Ia berharap perbaikan yang dilakukan di setiap SPPG dapat memastikan anak-anak memperoleh makanan dengan kualitas gizi dan menu yang baik sehingga mendukung tumbuh kembang serta semangat mereka dalam belajar.

 

“Harapan kami, anak-anak mendapatkan gizi dan menu yang baik. Dengan begitu, mereka bisa belajar dengan semangat, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pati,” ujarnya.

 

Peninjauan ini menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pati. Melalui evaluasi rutin dan tindak lanjut yang konsisten, kualitas layanan diharapkan semakin meningkat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (pra)

1 thought on “Kualitas Layanan MBG di Pati Disorot, SPPG Diberi Waktu Sepekan Benahi Kekurangan”

Comments are closed.