Tim penilai bersama pengurus Karang Taruna Dharma Remaja. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Semarang — Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menunjukkan kiprah nyata pemuda desa dalam menghadirkan pemberdayaan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Karang Taruna Dharma Remaja terpilih sebagai 5 besar nominasi dalam ajang Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional 2026.
Dalam rangkaian penilaian, lima dewan juri dari Kementerian Sosial RI dan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) melihat secara langsung berbagai program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dikembangkan Karang Taruna Dharma Remaja
Program yang dijalankan tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengelolaan limbah rumah tangga dan limbah peternakan yang telah dilakukan selama hampir delapan tahun.

Sisa sayuran dan limbah dapur diolah menjadi biogas yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Inovasi tersebut turut mengurangi ketergantungan warga terhadap gas elpiji.
Sementara itu, limbah kotoran kambing diolah menjadi pupuk yang kemudian dapat dimanfaatkan maupun dijual kembali. Pengelolaan tersebut tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, I Gede Ananta Wijaya, S.T., M.M., mengapresiasi keaktifan Karang Taruna Dharma Remaja yang mampu menunjukkan praktik pemberdayaan masyarakat secara nyata.

“Karang Taruna Dharma Remaja terpilih sebagai 5 besar nominasi dalam ajang Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional. Yang kami lihat, pemberdayaan dan kemanfaatannya benar-benar nyata di tengah masyarakat. Ini menjadi contoh bagaimana pemuda desa mampu mengelola potensi yang ada menjadi sesuatu yang memberikan manfaat,” ujar I Gede Ananta Wijaya.
Hal senada disampaikan Fles Wan Tantri, S.H., M.H., Ketua Karang Taruna Kecamatan Ungaran Barat sekaligus Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah, yang turut menyampaikan kebanggaannya terhadap kekompakan para pemuda Desa Manggihan.
“Kami turut bangga melihat kekompakan mereka. Para pemuda desa ini sudah sejak lama secara bersama-sama mengelola limbah dan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Setidaknya ini membantu kemandirian masyarakat, terutama dalam mendukung perekonomian warga desa,” ungkap Fles Wan Tantri.
Baca Juga: Safin Pati U15 Kalahkan Bali United di Laga Perdana
Sementara itu, Juari, Ketua Karang Taruna “Dharma Remaja” Desa Manggihan, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas capaian yang berhasil diraih hingga masuk dalam nominasi lima besar tingkat nasional.
“Kami sangat bangga dan bersyukur bisa masuk nominasi 5 besar dalam ajang tingkat nasional. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Juari.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh bersama rekan-rekannya dapat ditularkan kepada Karang Taruna di daerah lain. Menurutnya, keberadaan Karang Taruna harus mampu berkembang menjadi wadah pemuda yang aktif, produktif, dan memberikan solusi bagi masyarakat.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bersama rekan-rekan bisa menjadi ilmu dan motivasi bagi Karang Taruna di daerah lain. Bahwa Karang Taruna bukan hanya bergerak secara musiman, misalnya menjadi panitia kegiatan 17 Agustus atau membantu sinoman dalam acara pernikahan warga. Lebih dari itu, Karang Taruna bisa menjadi motor penggerak pemberdayaan, sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat,” tegas Juari.
Apa yang dilakukan Karang Taruna Dharma Remaja menjadi gambaran bahwa gerakan kepemudaan di desa dapat tumbuh dari persoalan sehari-hari dan kemudian berkembang menjadi kegiatan yang memiliki nilai sosial, lingkungan, sekaligus ekonomi.
Kegiatan penilaian juga berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para dewan juri berinteraksi langsung dengan pengurus dan masyarakat, sehingga proses penilaian berlangsung cair dan menyenangkan.
Suasana semakin hidup dengan kehadiran Prof. Dr. Muhammad Nafik HR dari Universitas Airlangga, yang memberikan “kuliah santai 3 SKS” dengan gaya penyampaian yang ringan, inspiratif, sekaligus menghibur.
Dari Desa Manggihan, sebuah pesan penting kembali ditegaskan: perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat dimulai dari dapur, kandang ternak, kelompok anak muda, dan keberanian untuk mengubah sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai.
Karang Taruna bergerak, masyarakat berdampak!
Karena ketika pemuda mau bergerak, desa bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya solusi, inovasi, kemandirian, dan peluang ekonomi bagi masyarakat. (DAP)
