Pendampingan Ibu hamil melalui program Kencan Bumil dan Parijoto di Balai Desa Getassrabi Kudus. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Kudus – Lima kasus kematian ibu tercatat di Kabupaten Kudus sejak Januari hingga September 2026. Kondisi ini memaksa Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus bersama TP PKK memperkuat pendampingan ibu hamil.
Pendampingan dilakukan melalui program Kencan Bumil dan Parijoto. Program ini diperkuat di Balai Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog.
Wilayah Gebog menjadi perhatian, karena empat dari lima kasus kematian ibu yang tercatat di Kudus terjadi di wilayah kecamatan tersebut.

Kencan Bumil merupakan singkatan dari Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil. Sedangkan Parijoto merupakan program Pantau Risiko Tinggi Ibu Hamil, Jangan Ada Kematian Ibu dan Bayi Lagi.
Keduanya menekankan pendampingan sejak awal kehamilan hingga persalinan. Melalui Kencan Bumil, satu kader ditugaskan mendampingi satu ibu hamil.
Kader membantu memantau kondisi kehamilan, memberikan edukasi, serta memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan, keberhasilan program membutuhkan kerja sama antara PKK, DKK, puskesmas, bidan desa, dan kader.
Baca Juga: Bupati Kudus Ingatkan 659 PPPK: Kerja Maksimal dan Rumah Tangga Jangan Kandas
“Kita ingin ibu hamil mendapatkan pendampingan dengan baik sehingga risiko dapat diketahui lebih awal dan tidak terjadi kasus kematian ibu maupun bayi,” ujarnya.
Sementara itu, Parijoto difokuskan pada ibu hamil berisiko tinggi. Pendampingan dilakukan lebih intensif dengan melibatkan kader dan bidan desa agar setiap risiko dapat segera dikenali dan ditindaklanjuti.
Kepala DKK Kudus dr. Abdul Hakam mengatakan, penguatan program di Getassrabi dipilih karena tingginya kasus kematian ibu di Kecamatan Gebog.
Ia menyebut salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah masih adanya kehamilan pada usia berisiko tinggi, termasuk di atas 35 tahun.
Baca Juga: HUT ke-11, The Safin Hotel Pati Salurkan 40.000 Liter Air Bersih ke Warga Pucakwangi
Melalui Kencan Bumil dan Parijoto, Pemkab Kudus berharap pemantauan kehamilan dapat dilakukan lebih menyeluruh sehingga risiko terdeteksi lebih dini.
Pendampingan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat upaya menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting. (pra)
