Home » UMKM Berizin Didorong Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan di Kudus
WhatsApp Image 2026-09-17 at 8.53.28 PM

Talkshow Motivasi Kewirausahaan bagi pelaku UMKM di Kota Kretek. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Kudus — Upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kudus tidak hanya dilakukan melalui program bantuan saja. Namun juga dengan membuka jalan agar masyarakat di level bawah mampu memiliki usaha yang tumbuh dan berkelanjutan.

 

Salah satunya melalui penguatan pelaku UMKM. Tentunya agar mereka semakin berdaya, memiliki legalitas, mampu memasarkan produknya, hingga naik kelas.

 

Semangat tersebut mengemuka dalam Talkshow Motivasi Kewirausahaan bagi pelaku UMKM di Kota Kretek. Agenda ini menghadirkan Ketua Dekranasda Kudus Endhah Samani Intakoris sebagai narasumber.

 

Kegiatan yang berlangsung di Pemkab Kudus tersebut, hasil kerja sama dengan CSR Bank Jateng sebagai bagian dari upaya pemberdayaan pelaku UMKM di wilayah Kudus.

 

Endhah mengatakan, penguatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan kemiskinan daerah. Sebab masyarakat perlu didorong agar tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan sumber penghasilan secara mandiri melalui usaha yang dikelola secara baik.

 

“Pelatihan untuk UMKM ini adalah salah satu instruksi dari Bupati Kudus dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Kudus,” ujar Endhah.

 

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting karena berada dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika pelaku usaha kecil mampu berkembang, memiliki pasar yang lebih luas dan usahanya profesional, maka dampaknya ikut dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

 

Baca Juga: Sidak Dinihari SPPG di Bumi Kartini, Satgas MBG Jepara Temukan Banyak Catatan

 

Karena itu, pendampingan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan kewirausahaan. Dekranasda Kudus juga mendorong agar para pelaku usaha memiliki legalitas. Sehingga usahanya lebih mudah berkembang dan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

 

“Kami juga bantu lewat perizinan, karena ternyata banyak di antara mereka yang belum punya izin. Jadi kami bantu NIB-nya, kami juga bantu untuk Sertifikat Halalnya,” jelas Endhah.

 

Legalitas tersebut, lanjut dia, menjadi salah satu fondasi penting bagi UMKM untuk naik kelas. Dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal bagi produk yang dipersyaratkan, pelaku usaha semakin percaya diri mengembangkan produknya.

 

“UMKM lebih mudah mengikuti berbagai peluang pemasaran maupun program pemberdayaan, ” tuturnya

Dari sisi pemasaran, Dekranasda Kudus juga menyiapkan dua jalur agar produk UMKM tidak hanya berputar di pasar lokal. Pemasaran dilakukan secara luring melalui Galeri Dekranasda dan secara daring melalui website resmi yang menjadi etalase produk UMKM Kudus.

 

“Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM kita bantu pemasarannya. Kami sudah punya Galeri Dekranasda untuk marketing secara offline, dan untuk online kami punya website resmi untuk memasarkan produk-produk UMKM lokal,” tambahnya.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus Satria Agus Himawan mengatakan, pelatihan hasil kerja sama dengan CSR Bank Jateng diikuti 45 pelaku UMKM. Mereka berasal dari sejumlah sektor usaha yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

 

“Pelatihan UMKM hasil kerja sama dengan CSR Bank Jateng ini diikuti oleh 45 peserta, terdiri dari 20 pelaku UMKM Kuliner, 15 pelaku UMKM Ekraf, dan 10 pelaku UMKM Fesyen,” ujar Satria.

 

Tidak hanya mendapatkan materi pelatihan, produk peserta juga akan dibantu untuk dikenalkan melalui kanal digital resmi Dekranasda Kudus.

 

Langkah tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas. Sekaligus mempertemukan produk UMKM dengan calon pembeli secara langsung.

 

“Kami fasilitasi promosinya secara online, termasuk melalui website resmi Dekranasda, kami sertakan foto produknya, beserta alamat dan nomor UMKM terkait yang dapat pembeli hubungi secara langsung,” pungkasnya.

 

Rangkaian talkshow dan pelatihan UMKM tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026.

 

Baca Juga: Rp5 Triliun Mengalir ke Jepara, Investor Dubai Bidik Pembangunan Mini Refinery

 

Materi yang diberikan dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha. Mulai dari sisi pengelolaan keuangan, legalitas, sertifikasi, hingga kemampuan mengembangkan produk dan memasarkannya secara digital.

 

Pada 14 September, peserta mendapatkan pelatihan Finansial dan Manajemen Modal UMKM dari Bank Jateng. Materi kemudian dilanjutkan dengan Legalitas dan Perizinan Berusaha dari DPMPTSP Kabupaten Kudus.

 

Memasuki hari kedua, 15 September, peserta mengikuti Workshop Sertifikasi Halal oleh BPJPH Kabupaten Kudus. Setelah itu, pelatihan dilanjutkan dengan materi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Bapperida Kudus.

 

Sementara pada hari terakhir, peserta mendapatkan workshop Digitalisasi UMKM yang disampaikan Chakalica Widyadipraja, profesional di bidang digital dan ekonomi kreatif.

 

Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan workshop pengemasan dan desain produk yang menghadirkan Asih Setyowati, graphic designer sekaligus pengajar di SMK Raden Umar Said.

 

Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, para peserta akan diberi ruang untuk memasarkan dan mengenalkan produknya dalam Kudus Expo UMKM 2026.

 

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung 18–20 September 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Kehadiran UMKM dalam expo tersebut menjadi langkah lanjutan dari proses pembinaan yang telah diberikan.

 

Dengan usaha yang semakin tertata, memiliki legalitas, produk yang lebih menarik, serta akses pemasaran yang lebih luas, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi sumber penghasilan yang lebih kuat bagi masyarakat.

 

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus. Yakni menempatkan UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat yang terus didorong untuk berkembang dari tingkat paling bawah. (pra)

1 thought on “UMKM Berizin Didorong Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan di Kudus”

Comments are closed.