Rencana proyek kilang minyak mini di Jepara berpotensi memperkuat pasokan energi. (foto: katadata)
Kanalmuria.com, Jepara – Kabupaten Jepara yang memiliki garis pantai yang panjang, membuat investor asal Dubai kepincut untuk menanamkan usahanya di wilayah Bumi Mina Tani. Investor asing ini berminat membangun mini refinery atau kilang minyak mini.
Rencana investasi energi tersebut, terungkap usai Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan pertemuan dengan calon investor dari Uni Emirat Arab (UEA).
Nilai investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai US$200 juta atau sekitar Rp5 triliun. Hal ini menjadi salah satu proyek investasi energi strategis yang berpotensi memperkuat pasokan energi.

Investasi yang ditanamkan di Jepara ini, merupakan bagian dari jalinan kerjasama yang sebelumnya dijajaki Pemprov Jateng. Langkah tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu dengan calon investor asal Dubai itu di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Keseriusan rencana investasi tersebut berlanjut. Hari ini, Rabu (16/9/2026), investor asal Dubai datang langsung ke Jepara. Calon investor ini datang meninjau kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan mini refinery.
Baca Juga: 21 Masjid Bumi Mina Tani Disambangi, Kapolresta Pati Bangun Kedekatan Warga
Lokasi yang ditinjau berada di kawasan depan Gelora Bumi Kartini dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara.
Kedatangan investor disambut antusias Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jepara memaparkan secara detail mengenai kawasan yang menjadi calon lokasi pembangunan refinery.
Paparan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi dan luas lahan hingga kedalaman pelabuhan. Aspek ini menjadi salah satu faktor penting mendukung aktivitas industri pengolahan minyak.
Bupati Witiarso berharap proses penjajakan tersebut dapat segera berlanjut ke tahap pembangunan.
“Harapannya investor bisa segera membangun refinery-nya, sehingga perekonomian Jepara semakin bagus dan bisa memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Witiarso.
Investasi tersebut ditargetkan mulai direalisasikan sebelum akhir 2026, setelah proses kerja sama dilakukan.
Menurut Witiarso, mini refinery tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengolah minyak mentah dan produk terkait lainnya.
“Jika rencana mini refinery di Jepara terealisasi, investasi tersebut akan menambah aktivitas ekonomi baru di wilayah Jepara, khususnya di kawasan yang menjadi lokasi pengembangan industri dan pelabuhan,” terang Witiarso.
Sementara itu, perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali mengaku, rencana investasi tersebut dilakukan setelah pihaknya melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang dinilai memiliki peluang untuk pengembangan mini refinery.
Talal Ourfali menyebut bahwa kebutuhan mini refinery di Indonesia masih cukup besar. Karena itu, investor tersebut berencana membangun fasilitas dengan kapasitas awal sekitar 10 ribu barrel per hari.
Menurut Talal, kapasitas tersebut ditargetkan dapat ditingkatkan hingga mencapai 30 ribu barrel per hari.
“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari,” kata Talal.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, wilayah Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan investasi dari Uni Emirat Arab.
Bahkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, imbuh Luthfi, nilai investasi investor asal UEA di Jawa Tengah tercatat mencapai sekitar Rp13 triliun.
Baca Juga: 340 Siswa SMKN 2 Pati Belajar AI, Bukan untuk Malas Berpikir tapi Makin Cerdas
Luthfi menegaskan, ketertarikan investor Dubai terhadap Jawa Tengah menunjukkan bahwa daerah tersebut masih menjadi salah satu tujuan investasi di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.
“Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang,” tukas Luthfi.
Dia berharap rencana investasi itu dapat segera terealisasi sehingga turut memperkuat pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah.
“Harapannya ini bisa terealisasi dan memberikan penguatan terhadap pemenuhan energi di Jawa Tengah,” tandasnya. (pra)

1 thought on “Rp5 Triliun Mengalir ke Jepara, Investor Dubai Bidik Pembangunan Mini Refinery”
Comments are closed.