Home » Kebakaran TPA Putri Cempo di Solo Tak Kunjung Padam, Helikopter Polri 56 Kali Lakukan Water Bombing
WhatsApp Image 2026-09-07 at 7.07.56 PM

Kepulan asap membumbung dari timbunan sampah di TPA Putri Cempo Solo. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Solo– Kepulan asap masih membumbung dari timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Minggu (6/9/2026).

 

Memasuki hari kelima sejak kebakaran terjadi, tim gabungan masih berjibaku memadamkan bara api yang bertahan di dalam timbunan sampah.

 

Dari pantauan di lokasi, asap tebal masih terlihat di sejumlah titik, terutama di Blok B dan Blok D. Sedangkan kepulan asap di Blok C relatif lebih sedikit.

 

Tim gabungan berjibaku padamkan bara api yang bertahan di timbunan sampah TPA Putri Cempo. (kanalmuria)

 

Meski demikian, petugas pemadam kebakaran tetap menyisir kawasan tersebut untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kobaran api.

 

Kebakaran TPA Putri Cempo dilaporkan terjadi pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Hingga Minggu (6/9/2026) siang, pemadaman masih difokuskan pada tiga blok yang terdampak, yakni Blok B, C, dan D.

 

Berdasarkan informasi terbaru, luas area TPA Putri Cempo yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 4,4 hektare. Kondisi timbunan sampah yang tebal menjadi salah satu kendala pemadaman. Karena bara api masih dapat bertahan di bagian dalam dan sewaktu-waktu kembali muncul ke permukaan.

 

Helikopter Polri melakukan water bombing ke titik bara api di TPA Putri Cempo. (kanalmuria)

 

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo masih fokus penanganan bara api yang diarahkan pada tiga blok tersebut. Pemadaman bara api melibatkan sebanyak 247 personel gabungan dan 32 armada damkar.

 

“247 personil gabungan dan 32 damkar untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus pendinginan. Fokus pemadaman masih dilaksanakan di tiga blok tersebut,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo pada Minggu (6/9/2026).

 

Pemadaman dilakukan secara simultan melalui jalur darat dan udara. Personel Polri, TNI, serta pemadam kebakaran dari Solo Raya, terus menyisir kawasan TPA untuk memadamkan titik api. Selain itu, melakukan pendinginan pada area yang dinilai masih menyimpan bara.

 

Baca Juga: Lima Hari TPA Putri Cempo Terbakar, Asap Mulai Mengusik Napas Warga Solo

 

Selain pemadaman, pengamanan aset negara di sekitar lokasi kebakaran juga menjadi perhatian. Sebanyak 28 personel PLN dikerahkan untuk melakukan asesmen terhadap jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sekitar TPA Putri Cempo.

 

Assesmen tersebut dilakukan, untuk memastikan tidak terdapat kerusakan pada jaringan maupun sarana dan prasarana kelistrikan akibat panas dari kebakaran.

 

“PLN melaksanakan asesmen jaringan SUTET untuk memastikan apakah ada kerusakan terkait jaringan atau sarpras akibat panas kebakaran ini,” tutur Ari.

 

Sementara itu, terkait kemungkinan penerapan modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran, BPBD Solo masih menunggu arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah dilakukan, apabila modifikasi cuaca diperlukan.

 

Dukungan pemadaman dari udara dilakukan Polri menggunakan helikopter untuk operasi water bombing. Selama tiga hari pelaksanaan, helikopter tersebut telah melakukan 56 kali water bombing.

 

Tercatat sebanyak 28.000 liter air dijatuhkan helikoptee ke sejumlah titik kebakaran di TPA Putri Cempo.

 

Sementara itu Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menjelaskan, operasi water bombing dilakukan untuk membantu pemadaman dari darat, terutama pada area timbunan sampah yang sulit dijangkau petugas.

 

“Selama tiga hari water bombing yang dilakukan Polri sebanyak 56 kali. Hari pertama 26 kali, hari kedua 20 kali, dan hari ini 10 kali,” ujar Catur.

 

Dalam setiap penerbangan, helikopter membawa sekitar 500 liter air. Dengan total 56 kali pengangkutan, volume air yang dijatuhkan ke kawasan TPA Putri Cempo mencapai sekitar 28.000 liter.

 

Catur menyebut bahwa air untuk operasi water bombing diambil langsung dari Sungai Bengawan Solo. Helikopter kemudian membawa air menuju kawasan TPA untuk dijatuhkan pada titik-titik yang masih terlihat mengeluarkan api maupun asap.

 

“Untuk kapasitas airnya sekitar 500 liter sekali angkut dan air diambil dari Sungai Bengawan Solo,” terang Catur.

 

Operasi pemadaman dari udara dinilai penting. Sebab upaya itu mempercepat penanganan, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau secara maksimal menggunakan peralatan pemadam dari darat.

 

Siraman dari helikopter juga diarahkan untuk membantu proses pendinginan pada area timbunan sampah yang masih panas.

 

Di darat, petugas terus melakukan penyisiran menggunakan selang dan berbagai peralatan pemadam. Penyiraman dilakukan berulang kali untuk memastikan bara yang berada di dalam timbunan sampah benar-benar padam dan tidak kembali memunculkan titik api.

 

“Untuk kegiatan pemadaman sudah kami lakukan sejak kemarin. Sampai saat ini kami masih melakukan pemadaman dan akan terus dilakukan sampai selesai,” Imbuhnya.

 

Hingga Minggu (6/9/2026) siang, proses pemadaman dan pendinginan di TPA Putri Cempo masih berlangsung. Tim gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

 

Baca Juga: Subsidi Rp10,8 Miliar Raib Diembat, Modus Nakal Elpiji 3 Kg dan Bio Solar Terbongkar di Jateng

 

Kondisi timbunan sampah yang tebal, membuat pemadaman tidak cukup hanya dengan mengatasi api yang terlihat di permukaan. Bara api di bagian dalam menjadi tantangan tersendiri, karena dapat bertahan dalam waktu lama dan kembali memicu kebakaran.

 

Karena itu, petugas tidak hanya mengejar api terbuka, tetapi juga terus melakukan pendinginan di titik-titik yang dinilai rawan. Koordinasi antara Polri, TNI, Damkar Solo Raya, BPBD, PLN, dan unsur terkait lainnya terus dilakukan untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

 

Tim gabungan memastikan operasi pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan kawasan TPA Putri Cempo dinyatakan aman. (pra)