
Satpolairud Polresta Pati melakukan operasi besar besaran mencegah kebakaran kapal. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati– Musim kering membuat kawasan pelabuhan di pesisir utara Kabupaten Pati menghadapi ancaman berlapis. Udara yang panas dan kering serta hembusan angin kencang, dapat memicu percikan api sekecil apa pun berubah menjadi kobaran api.
Di tengah rapatnya ratusan kapal yang bersandar, kebakaran berpotensi menjalar dari satu kapal ke kapal lainnya dalam waktu singkat. Jika bencana ini terjadi, tentu memakan kerugian hingga miliaran Rupiah.
Menyadari ancaman besar tersebut, Satpolairud Polresta Pati melakukan operasi penyisiran besar besaran mencegah kebakaran kapal. Patroli juga diselipkan edukasi dan imbauan keselamatan.

Kewaspadaan tinggi diberikan kepada anak buah kapal (ABK) serta para pekerja yang melakukan pekerjaan panas di dok, dermaga maupun di atas kapal.
Operasi pada Sabtu (22/8/2026), dilakukan di atas KM Sinar Mandiri GT 56. Personel Satpolairud Polresta Pati memantau aktivitas pengelasan, penggerindaan hingga pekerjaan pertukangan.
Pantauan dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung dengan mengutamakan keselamatan.
Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, PWNU Jateng Serukan Muktamar Jujur, Bersih, Terbuka dan Beradab
Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, pencegahan harus dilakukan sejak dini, terlebih pekerjaan panas di kawasan pelabuhan berisiko tinggi terhadap munculnya kebakaran.
Menurut Hendrik, percikan api dari las maupun gerinda menjadi perhatian serius. Terutama ketika pekerjaan dilakukan di dekat kapal yang sedang tambat labuh.
Dalam kondisi lingkungan yang kering dan disertai angin, percikan kecil berpotensi menyambar material mudah terbakar dan berkembang menjadi kebakaran.
Karena itu, polisi mengingatkan para pekerja agar tidak meremehkan sekecil apa pun percikan api. Pengawasan harus dilakukan selama pekerjaan berlangsung. Selain itu, area sekitar lokasi kerja harus dipastikan bebas dari material yang mudah terbakar.
Tak hanya memberikan imbauan, polisi juga mengecek kesiapan peralatan pemadam dan sarana penanganan awal. Para pekerja diminta memastikan alat pemadam api ringan (APAR), karung goni yang telah dibasahi, serta alkon atau pompa air selalu tersedia di sekitar lokasi pekerjaan.
“Peralatan seperti APAR, karung goni basah dan pompa air harus tersedia, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi percikan api atau keadaan darurat,” terang Hendrik.
Baca Juga: Babak 8 Besar Piala Soeratin Jateng 2026 Makin Sengit, Safin Pati FC Matangkan Persiapan
Patroli kemudian dilanjutkan di atas kapal dan kawasan sekitar Pelabuhan Juwana. Aparat memperingatkan pekerja pengelasan, penggerindaan dan pertukangan agar mengenakan perlengkapan keselamatan serta menjalankan pekerjaan sesuai prosedur.
Kewaspadaan tersebut menjadi semakin penting, karena kapal-kapal yang berada di kawasan pelabuhan memiliki jarak relatif berdekatan. Jika api berhasil membesar dan didorong angin, kobaran berpotensi menjalar ke kapal lain dan menimbulkan kerugian jauh lebih besar. (pra)






