
7.000 Satlinmas Jepara siap bergerak kawal tuntutan Insentif dan BPJS Ketenagakerjaan (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Jepara,- Sekitar 7.000 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kabupaten Jepara, mulai berkonsolidasi menjelang penyampaian aspirasi pada 1 Oktober 2026. Mereka menyoroti sejumlah persoalan berkaitan dengan nasib dan kesejahteraan mereka.
Tak hanya itu, Satlinmas ini juga bakal berjuang mengusulkan insentif serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota yang selama ini bertugas di tengah masyarakat.
Konsolidasi Paguyuban Satlinmas Jepara dilakukan bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Jepara baru-baru ini.
Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan aspirasi ribuan anggota Satlinmas, sebelum disampaikan kepada pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Di Tengah Gumregut Nyawiji di Boyolali, Kota Kretek Dikejutkan Hal Ini
Paguyuban Satlinmas Jepara menegaskan, bahwa agenda pada 1 Oktober bukan untuk memicu kericuhan.
Penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan damai. Selain itu, tetap menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Jepara.
Ketua Paguyuban Satlinmas Kabupaten Jepara Joko Rintono mengatakan, Satlinmas memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Anggota Satlinmas juga kerap terlibat dalam pengamanan kegiatan desa, hingga membantu pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat bawah.
“Satlinmas selalu hadir di tengah masyarakat. Karena itu, kami berharap ada perhatian yang lebih baik terhadap kesejahteraan dan perlindungan anggota yang selama ini mengabdi untuk kepentingan publik,” ujar Joko.
Koordinator Aspirasi Abdul Rosyid menambahkan, pemilihan 1 Oktober sebagai waktu penyampaian aspirasi memiliki makna tersendiri. Yakni bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Menurut Rosyid, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menghadirkan nilai keadilan sosial dan kemanusiaan. Yakni kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan kepada anggota Satlinmas.
Rosyid menegaskan, penyampaian aspirasi bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Agenda tersebut merupakan bagian dari komunikasi demokratis menyampaikan persoalan dan mencari solusi bersama.
Paguyuban Satlinmas berharap Pemkab Jepara membuka ruang dialog untuk membahas tuntutan terkait insentif, kesejahteraan, dan perlindungan sosial.
Baca Juga: Pakan Unggas Makin Mahal, Pemkab Pati Bakal Temui Kementan Cari Solusi Harga
Pembahasan diharapkan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah, serta ketentuan peraturan yang berlaku.
Konsolidasi pun terus dimatangkan menjelang 1 Oktober. Ribuan anggota Satlinmas ingin memastikan aspirasi dapat disampaikan secara tertib.
Satlinmas juga ingin menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.
Para anggota Satlinmas berharap pengabdian mereka di tingkat desa, mendapat perhatian yang lebih layak. Selain persoalan insentif, mereka juga menekankan pentingnya jaminan perlindungan ketika menjalankan tugas di lapangan. (pra)






