Home » Pakan Unggas Makin Mahal, Pemkab Pati Bakal Temui Kementan Cari Solusi Harga
WhatsApp Image 2026-08-20 at 8.14.08 AM

Peternak unggas lokal Pati unjuk rasa atas mahalnya harga pakan (kanalmuria)

Kanalmuria.com, PATI – Harga pakan ternak unggas yang terus merangkak naik mulai membuat peternak di Kabupaten Pati tertekan. Kondisi ini dikhawatirkan menggerus produksi telur, sehingga pemerintah berencana mengadu ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

 

Pemkab setempat dijadwalkan bertemu dengan Kementan pada pekan depan, Agustus 2026. Pertemuan ini difokuskan mencari solusi, agar harga pakan unggas bisa ditekan dan tidak semakin membebani peternak.

 

Mahalnya harga pakan menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi peternak unggas di Pati. Sebab, biaya pakan menjadi komponen terbesar dalam harga pokok produksi telur.

 

Pemkab Pati dijadwalkan bertemu dengan Kementan pada akhir Agustus 2026. (kanalmuria)

 

“Pekan depan kami rencanakan bersama teman-teman asosiasi untuk ke Kementerian Pertanian,” ujar Risma Ardhi Chandra.

 

Pertemuan dengan pihak Kementan, kata Chandra, untuk mencari solusi supaya pakan ini lebih murah dari sebelumnya. Karena pakan menjadi komponen tertinggi dalam harga pokok produksi telur.

 

Janji itu dikatakan Chandra usai audiensi dengan peternak unggas se-Kabupaten Pati di DPRD Pati.

 

Baca Juga: Krisis Air Melanda Pati, Warga Jakenan Digerojok Ribuan Liter Air Bersih

 

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah tidak akan berjalan sendiri. DPRD Pati dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait mendampingi perwakilan asosiasi peternak.

 

“Semua ini akan kami laksanakan dengan didampingi DPRD dan dinas terkait, termasuk teman-teman asosiasi peternak telur di Kabupaten Pati,” terang Chandra.

 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Unggas se-Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto menjelaskan, kenaikan harga pakan sudah dirasakan peternak selama dua bulan terakhir.

 

Menurut Dwi, kenaikan harga terjadi hampir setiap pekan. Kondisi itu membuat biaya operasional peternak semakin berat, terutama karena pakan menjadi kebutuhan utama menjaga produktivitas ternak.

 

“Harga pakan memang terus melonjak. Selama dua bulan terakhir, harga pakan setiap minggu terus mengalami kenaikan,” kata Dwi.

 

Ia menyebut harga pakan dari pabrik sebelumnya berada di kisaran Rp400 ribu per 50 kilogram. Dalam perkembangannya, harga mengalami kenaikan sekitar Rp50 ribu dan semakin menekan biaya produksi peternak.

 

Baca Juga: Peternak Ayam Telur Pati Menjerit, Serapan MBG Masih Minim: Baru 21 dari 172 SPPG

 

Tak hanya pakan utama, harga konsentrat juga ikut mengalami lonjakan. Harga konsentrat naik sekitar Rp45 ribu per kilogram.

 

“Dengan harga saat ini mencapai sekitar Rp490 ribu per 50 kilogram dari sebelumnya Rp400 ribu, ” terang Dwi.

 

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian serius, karena biaya pakan berpengaruh langsung terhadap ongkos produksi telur.

 

Peternak berharap pemerintah segera menemukan langkah konkret. Yakni agar harga pakan kembali lebih terjangkau dan usaha peternakan tetap bertahan. (pra)