
Pati – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati. Ia meminta agar pelaku diberikan hukuman setimpal, termasuk kemungkinan hukuman penjara seumur hidup.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Pati. Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial yang dikenal dengan sapaan Gus Ipul mengaku telah bertemu dengan korban, pendamping, dan kuasa hukum guna mendengarkan langsung kondisi yang mereka hadapi.
Menurutnya, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Pemerintah, kata dia, akan berpihak kepada korban serta mendukung upaya perlindungan dan pemulihan bagi para santriwati yang terdampak.
Selain proses hukum terhadap pelaku, pemerintah juga memikirkan keberlanjutan pendidikan para santri setelah aktivitas pondok pesantren dihentikan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait disebut sedang menyiapkan solusi agar para santri tetap dapat melanjutkan pendidikan di lingkungan yang aman.
Untuk menangani dampak kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati juga membentuk satuan tugas khusus. Tim ini bertugas melakukan koordinasi dalam pendampingan, perlindungan, serta pemulihan psikologis para korban.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Berbagai pihak berharap proses hukum berjalan secara terbuka dan memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.






