
PATI – Umat Hindu di wilayah Kabupaten Pati melaksanakan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 2026 dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Meski jumlahnya tidak banyak, rangkaian ibadah tetap berjalan dengan lancar di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Sebelum memasuki puncak perayaan Nyepi, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan ritual penyucian seperti Tawur Agung. Upacara ini menjadi bagian penting sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari hal-hal negatif sebelum memasuki tahun baru dalam penanggalan Saka.
Saat Hari Nyepi berlangsung, umat Hindu menjalankan tapa brata penyepian dengan menghentikan berbagai aktivitas. Mereka menjalani hari tersebut dalam keheningan, memperbanyak doa, serta melakukan introspeksi diri sebagai bentuk pendalaman spiritual.
Pelaksanaan Nyepi di Pati juga berlangsung dengan dukungan dari masyarakat sekitar. Warga dari berbagai latar belakang agama turut menjaga suasana tetap kondusif sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah.
Nilai toleransi terlihat kuat dalam kehidupan masyarakat setempat. Sikap saling menghargai antarumat beragama menjadikan perayaan Nyepi dapat berlangsung dengan tertib tanpa gangguan, meskipun berada di tengah lingkungan yang mayoritas berbeda keyakinan.
Momentum Nyepi tidak hanya menjadi waktu refleksi bagi umat Hindu, tetapi juga memperlihatkan harmonisasi kehidupan sosial di Pati. Semangat kebersamaan dan toleransi yang terjalin diharapkan dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat ke depan.






