Home ยป Tangkal Isu Perpecahan di Pati, Tokoh Agama dan Ormas Berdialog Bersama
WhatsApp Image 2026-07-02 at 9.13.45 PM

Ratusan tokoh agama berdialog interaktif terkait kerukunan dan menjaga kondusivitas Pati (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati- Perkembangan teknologi informasi membuat berbagai isu sosial maupun keagamaan dapat menyebar dengan cepat. Karena itu, diperlukan upaya cepat memitigasi isu-isu yang berpotensi memicu perpecahan di wilayah Kabupaten Pati.

 

Keberadaan para tokoh agama diminta menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi sekaligus menjaga masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

 

Himbauan ini dikatakan PLT Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, saat mengundang ratusan tokoh agama dalam dialog interaktif Kerukunan Umat Beragama untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (2/7/2026).

 

Pemerintah Kabupaten Pati meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, bergerak cepat memitigasi isu-isu yang berpotensi memicu perpecahan.

 

Agenda tersebut untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah perkembangan dinamika sosial serta derasnya arus informasi digital.

 

Chandra menyampaikan, Kabupaten Pati memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan. Hal itu dibuktikan dengan capaian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati yang meraih Harmony Award peringkat ketiga tingkat nasional pada tahun 2025.

 

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberagaman di Kabupaten Pati adalah anugerah yang mampu kita kelola menjadi kekuatan untuk membangun kedamaian dan kemajuan daerah,” ujar Chandra.

 

Chandra berharap jika ada persoalan di tengah masyarakat untuk tidak dibiarkan berkembang.

“Segera komunikasikan, diskusikan bersama pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pihak terkait agar bisa segera diselesaikan,” tegasnya.

 

Dalam forum dialog tersebut, juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi untuk mendeteksi persoalan sejak dini. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Ketertiban dan keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh agama yang dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Siti Subiati menambahkan, penyelenggaraan dialog tersebut dilatarbelakangi oleh keberagaman suku, budaya, dan agama di Kabupaten Pati yang harus dijaga.

 

Menurut Siti, diperlukan ruang komunikasi yang intensif untuk memperkuat silaturahmi. Selain itu, menyamakan persepsi dalam memitigasi potensi konflik bernuansa keagamaan.

 

“Melalui dialog ini, kami berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh masyarakat sehingga toleransi, moderasi beragama, serta kondusivitas wilayah di Kabupaten Pati tetap terjaga,” pinta Siti.

 

Dialog tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, pengurus FKUB Kabupaten Pati dan FKUB kecamatan, perwakilan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, penghayat kepercayaan dsn Paguyuban Sosial Warga Tionghoa Indonesia Kabupaten Pati.

 

Selain itu, juga organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan. Diantaranya perwakilan pemuda lintas agama, serta unsur pimpinan kecamatan. (krp) .