
Pati – Memasuki bulan Ramadan, sejumlah bahan pangan di Pati mengalami lonjakan harga. Dua komoditas yang paling mencolok kenaikannya adalah cabai dan telur ayam yang banyak dibutuhkan masyarakat untuk keperluan konsumsi harian maupun usaha kuliner.
Di pasar tradisional, harga cabai rawit merah dilaporkan meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa. Kenaikan tersebut membuat harga per kilogramnya menyentuh angka yang jauh lebih tinggi dari sebelum Ramadan, sehingga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
Selain cabai, telur ayam juga mengalami penyesuaian harga. Jika sebelumnya dijual dengan harga lebih rendah, kini pedagang mematok harga yang lebih tinggi per kilogramnya seiring meningkatnya permintaan menjelang dan selama bulan puasa.
Pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat, sementara pasokan dari distributor tidak mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini menyebabkan harga di tingkat eceran ikut terdongkrak.
Sebagian pembeli mengaku harus mengurangi jumlah pembelian atau menyesuaikan menu masakan agar anggaran tetap terkendali. Kenaikan harga bahan pokok tersebut dirasakan cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.
Meski demikian, pelaku usaha makanan tetap membeli cabai dan telur dalam jumlah relatif stabil karena kedua bahan tersebut menjadi komponen penting dalam berbagai menu berbuka puasa. Situasi ini membuat perputaran perdagangan di pasar tetap berjalan meskipun harga mengalami kenaikan.






