
Pemerintah Indonesia menyampaikan seruan kuat agar konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela segera diakhiri melalui jalur damai dan dialog. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul eskalasi serangan militer yang melibatkan Amerika di wilayah Venezuela, yang memicu kekhawatiran dunia terhadap meningkatnya ketegangan internasional.
Menanggapi perkembangan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia menolak segala bentuk kekerasan sebagai solusi dalam penyelesaian sengketa antarnegara. Pemerintah menilai bahwa penggunaan kekuatan dapat memperburuk kondisi kemanusiaan serta menciptakan dampak negatif bagi stabilitas regional.
Dalam keterangannya, Indonesia juga menekankan pentingnya prinsip kedaulatan negara dan penyelesaian masalah melalui mekanisme diplomatik. Pendekatan dialog dinilai lebih efektif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan serta menghormati hak-hak setiap pihak yang terlibat.
Seruan ini sejalan dengan posisi Indonesia yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia. Jakarta mendorong semua pihak untuk menahan diri, meredakan eskalasi, serta membuka ruang negosiasi tanpa syarat guna mencari solusi terbaik atas permasalahan yang ada.
Selain itu, Indonesia juga menyatakan keprihatinan atas dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. Jakarta menyerukan agar bantuan kemanusiaan dan perlindungan terhadap warga sipil menjadi prioritas dalam setiap langkah penyelesaian konflik.
Pernyataan Indonesia mendapat respons dari sejumlah negara sahabat yang turut menyerukan penyelesaian damai konflik global. Peran diplomasi dianggap kunci utama dalam upaya meredakan ketegangan dan mencegah meluasnya konflik yang dapat mempengaruhi stabilitas internasional. (TIM)






