
Pati – Rencana pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Tambaharjo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memicu reaksi keras dari masyarakat setempat. Penolakan warga mencuat setelah diketahui lokasi pembangunan direncanakan menggunakan lahan lapangan sepak bola desa yang selama ini menjadi fasilitas umum.
Lapangan tersebut selama bertahun-tahun dimanfaatkan sebagai sarana olahraga sekaligus ruang berkumpul masyarakat, khususnya generasi muda. Warga menilai keberadaan lapangan memiliki nilai sosial yang tinggi dan tidak seharusnya dialihfungsikan tanpa kesepakatan bersama.
Ketegangan antara warga dan pihak yang mengatasnamakan pelaksana proyek sempat terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam peristiwa tersebut, warga mempertanyakan dasar pembangunan dan kewenangan pihak yang datang ke lokasi.
Sebagian warga mengaku tidak pernah menerima sosialisasi ataupun diajak bermusyawarah terkait rencana pendirian Kopdes Merah Putih. Minimnya keterbukaan informasi ini dinilai menjadi pemicu utama munculnya penolakan dari masyarakat desa.
Masyarakat juga berpendapat bahwa pembangunan koperasi tidak harus dilakukan di atas lapangan sepak bola. Menurut mereka, masih terdapat alternatif lahan lain yang dapat digunakan tanpa menghilangkan fasilitas publik yang telah ada dan aktif digunakan.
Hingga kini, polemik tersebut masih berlanjut karena belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pemerintah desa maupun pihak terkait mengenai kejelasan perizinan dan kelanjutan proyek pembangunan Kopdes Merah Putih tersebut. (TIM)






