
Pati – Putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, yakni Yenny Wahid, bersama Ketua BEM Universitas Gadjah Mada menyatakan komitmennya untuk mengawal sidang putusan perkara Botok dan sejumlah terdakwa lainnya. Mereka hadir langsung di Pengadilan Negeri Pati saat agenda pembacaan vonis digelar.
Kehadiran keduanya disebut sebagai bentuk perhatian terhadap jalannya proses hukum yang dinilai menyita perhatian publik. Mereka ingin memastikan persidangan berlangsung secara terbuka dan sesuai prinsip keadilan.
Sidang perkara Botok Cs sendiri telah berjalan dalam beberapa tahap sebelumnya dan kini memasuki fase akhir. Pada agenda ini, majelis hakim dijadwalkan membacakan putusan terhadap para terdakwa berdasarkan dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum.
Sejumlah elemen masyarakat juga tampak hadir di sekitar lokasi persidangan. Kehadiran mereka dinilai sebagai bentuk dukungan moral sekaligus pengawasan publik terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.
Yenny Wahid menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal proses peradilan agar tetap transparan. Ia menekankan bahwa keterbukaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga hukum.
Sementara itu, Ketua BEM UGM menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawasi jalannya keadilan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di ruang publik merupakan wujud kepedulian terhadap penegakan hukum yang adil dan berintegritas.






