
Tim PSIR Rembang (oranye) mendapat sanksi diskualifikasi dari kompetisi Liga 4 Jawa Tengah 2025/26. (Foto: Dok PSIR Rembang)
SEMARANG, Kanalmuria.com — Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah telah melaksanakan sidang pada Jumat (13/2/2026) menyikapi insiden yang terjadi pada pertandingan PSIR Rembang melawan Persak Kebumen di babak semifinal leg kedua Liga 4 Jateng 2025/26 di Stadion Krida, Rembang, Kamis (12/2/2026) lalu.
Komdis PSSI Jawa Tengah akhirnya mengeluarkan Surat Putusan No 103/KD.L4/PSSI.JTG/II/2026 akibat terjadinya pelanggaran berat pada pertandingan tersebut dan dirilis pada Minggu (15/2/2026) dinihari tadi.
Tim PSIR Rembang mendapat sanksi diskualifikasi dari kompetisi Liga 4 Jawa Tengah 2025/26 dan denda sebesar Rp 45.000.000 serta 6 pertandingan dengan status home tanpa penonton dalam kompetisi yang diikuti pada musim berikutnya.
Dengan demikian, PSIR yang sebenarnya punya tiket untuk berlaga ke Liga 4 putaran nasional, dipastikan harus gigit jari.
Selain itu, Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah juga mengeluarkan beberapa putusan lainnya terkait kerusuhan pada pertandingan tersebut. Terdapat putusan sanksi akibat pelemparan, kemudian pemukulan terhadap pemain lawan saat permainan serta aksi yang tidak terpuji terhadap perangkat pertandingan yang dilakukan oleh pemain, panitia pelaksana pertandingan dan penonton/suporter.
Sebelumnya, insiden memalukan terjadi kompetisi kasta Liga 4 Jawa Tengah pada laga semifinal antara PSIR Rembang lawan Persak Kebumen berakhir di Stadion Krida, Rembang, Kamis (12/2/2026) lalu.
Tuan rumah PSIR harus menelan kekalahan 0-2 pada pertandingan itu dan gagal melaju ke babak final karena kalah agregat 1-3. Sorotan tajam muncul setelah adanya insiden pengeroyokan terhadap wasit Dwi Purba usai pertandingan berlangsung.
Dari rekaman video yang beredar, wasit Dwi Purba langsung mendapatkan serangan dari pemain hingga suporter yang merangsek ke tengah lapangan. Wasit asal Kudus yang juga sempat tercatat sebagai wasit dengan lisensi FIFA sejak tahun 2015 silam itu terlihat beberapa kali mendapatkan pukulan dan injakan.






