
Pati – Kondisi Plaza Pragola di Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan akibat minimnya jumlah pengunjung. Situasi tersebut berdampak langsung pada para pedagang yang berjualan di dalam kawasan plaza karena omzet penjualan terus menurun dari waktu ke waktu.
Para pelaku usaha menilai salah satu penyebab utama sepinya aktivitas di Plaza Pragola adalah terbatasnya akses masuk ke area tersebut. Penutupan salah satu pintu dinilai membuat lokasi plaza kurang terlihat dan sulit dijangkau oleh masyarakat yang melintas di sekitarnya.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa tanpa akses yang terbuka dan jelas, keberadaan kios dan lapak di dalam plaza seolah tersembunyi. Kondisi ini membuat pembeli jarang datang, bahkan pada hari-hari biasa aktivitas jual beli hampir tidak berjalan.
Permasalahan lain yang dirasakan pedagang adalah minimnya dampak positif saat ada kegiatan atau acara di area Plaza Pragola. Mereka menilai event yang digelar sering kali tidak melibatkan pedagang setempat karena kebutuhan konsumsi justru didatangkan dari luar.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pedagang berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif menghidupkan suasana plaza dengan mengadakan agenda rutin. Kegiatan seperti bazar UMKM, pameran, atau acara hiburan diyakini mampu menarik kembali minat masyarakat berkunjung.
Hingga kini, para pedagang masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pati. Mereka berharap adanya perhatian dan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil agar Plaza Pragola kembali berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik yang hidup. (TIM)






