
Jakarta – Pemerintah menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 dapat bertumbuh hingga 5,4 persen. Keyakinan ini muncul seiring membaiknya stabilitas makroekonomi nasional serta meredanya tekanan eksternal yang sebelumnya memengaruhi aktivitas ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa sejumlah indikator utama, seperti konsumsi masyarakat, arus investasi, serta tingkat kepercayaan pelaku usaha, menunjukkan tren peningkatan. Menurutnya, situasi global yang mulai kondusif juga memberi ruang bagi ekonomi domestik untuk tumbuh lebih kuat.
Optimisme ini turut diperkuat oleh capaian realisasi investasi yang telah melampaui Rp1.400 triliun hingga akhir 2025 dan ditargetkan terus meningkat pada tahun berikutnya. Pemerintah menilai stabilitas sektor keuangan termasuk inflasi dan nilai tukar berada dalam kondisi terjaga sehingga dapat menopang kegiatan ekonomi lebih luas.
Sebagai langkah menuju target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. Akselerasi belanja negara, deregulasi untuk memperbaiki iklim investasi, serta penguatan kebijakan fiskal disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan momentum ekonomi pada 2026.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat transformasi struktural melalui pengembangan ekonomi digital, peningkatan daya saing ekspor, dan percepatan pembangunan energi hijau. Langkah-langkah ini diharapkan membentuk fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap laju pertumbuhan pada 2026 mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja, memperluas aktivitas usaha, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (TIM)






