Home » Kebiasaan Sederhana Usai Makan: Manfaat Menunda Minum Es Teh bagi Kesehatan
file_000000009bb87206b37b9d2527f66e4e~2

Minum es teh setelah makan sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama di daerah beriklim tropis. Namun, sejumlah ahli kesehatan menyarankan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan langsung setelah makan karena dinilai dapat memengaruhi proses pencernaan.

Secara medis, minuman dingin yang dikonsumsi sesaat setelah makan dapat menyebabkan pembuluh darah di saluran pencernaan menyempit. Kondisi ini berpotensi memperlambat kerja enzim pencernaan dalam memecah makanan, sehingga proses pencernaan menjadi kurang optimal dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.

Selain suhu dingin, kandungan tanin dalam teh juga menjadi perhatian. Tanin diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, terutama zat besi non-heme yang banyak ditemukan pada sayuran dan lauk nabati. Jika kebiasaan minum teh dilakukan terus-menerus setelah makan, dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi dalam jangka panjang.

Menunda minum es teh setelah makan dinilai memberi kesempatan bagi tubuh untuk mencerna makanan secara maksimal. Air putih bersuhu ruang atau air hangat disebut lebih ramah bagi sistem pencernaan karena membantu pergerakan usus dan penyerapan nutrisi tanpa mengganggu kinerja lambung.

Para ahli menyarankan jeda sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum mengonsumsi teh, baik panas maupun dingin. Dengan jeda tersebut, manfaat teh tetap bisa diperoleh tanpa mengorbankan proses penyerapan gizi dari makanan.

Kebiasaan sederhana dengan tidak langsung minum es teh usai makan ini diyakini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah gangguan lambung, serta mendukung penyerapan nutrisi yang lebih optimal dalam tubuh.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *