Home » Jelang Pilkades 2027, Bupati Kudus Ingatkan Desa Jangan Main-main Soal Tata Kelola
IMG-20261009-WA0012

Sam’ani, memimpin rapat kerja bersama kepala desa dan BPD se-Kecamatan Gebog di Aula Balai Desa Gribig. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Kudus– Persiapan menghadapi Pilkades serentak 2027 mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus.

 

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta seluruh pemerintah desa memperkuat koordinasi dan menertibkan administrasi. Selain itu, memastikan proses transisi kepemimpinan di tingkat desa berjalan lancar.

 

Pesan tersebut disampaikan Sam’ani, saat memimpin rapat kerja bersama kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Gebog di Aula Balai Desa Gribig.

 

Baca Juga: Kreatifitas Benny Haryanto, Warga Kudus Sulap Sampah Plastik Jadi Bensin

 

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Namun juga ruang untuk membahas berbagai persoalan pemerintahan, isu strategis, hingga pemberdayaan masyarakat yang berkembang di masing-masing desa.

 

Sam’ani mengapresiasi kerja pemerintah desa, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Namun, ia menegaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan tetap harus menjadi perhatian agar pelayanan berjalan tertib, efektif, dan efisien.

 

“Koordinasi menjadi kunci dalam menjalankan pemerintahan desa. Tata kelola yang tertib dan efisien perlu terus kita perkuat, termasuk dalam tertib administrasi,” kata Sam’ani pada Jumat (9/10/2026).

 

Menurutnya, agenda Pilkades serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 harus dipersiapkan sejak dini. Pemerintah desa diminta memastikan seluruh tahapan, termasuk proses transisi kepemimpinan, dapat berlangsung dengan baik.

 

“Tahun 2027 nanti dijadwalkan ada pelaksanaan Pilkades serentak, sehingga perlu dipersiapkan dengan baik untuk menyukseskan proses transisi kepemimpinan di desa. Pak carik bisa mengawal agar suksesi kepemimpinan desa berjalan lancar,” pesannya.

 

Selain persiapan Pilkades, Sam’ani meminta pemerintah desa terus mendukung berbagai program pemerintah pusat yang dijalankan di daerah.

 

Menurut Samani, kepala desa memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

 

“Panjenengan semua adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Karena itu, pelayanan harus terus ditingkatkan, komunikasi dengan masyarakat dibangun dengan baik, dan seluruh administrasi pemerintahan dilaksanakan secara tertib,” tuturnya.

 

Ia juga mendorong pemerintah desa berperan aktif dalam menyukseskan program nasional, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal hingga tingkat desa.

 

Sementara itu, Camat Gebog Fariq Mustofa menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada pemerintah desa dan BPD untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan serta aspirasi kepada Bupati Kudus.

 

Baca Juga: Siswa di Jepara Girang Bisa Ambil Makanan Sendiri, MBG Prasmanan Mulai Diuji

 

“Ini merupakan kesempatan emas bagi kami semua. Monggo, berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan, isu-isu strategis maupun pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di masing-masing desa bisa disampaikan dan ditanyakan langsung,” ujarnya.

 

Fariq menegaskan, pemerintah kecamatan dan desa merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan publik harus menjadi perhatian bersama.

 

Melalui rapat kerja tersebut, koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa diharapkan semakin solid. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik. Serta memastikan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berjalan hingga tingkat desa. (pra)