Enam Hari Terendam, Banjir Setinggi 1,5 Meter Kepung Permukiman Warga Pati

Pati – Genangan banjir masih menguasai sejumlah wilayah di Kabupaten Pati hingga memasuki hari keenam. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter, membuat aktivitas warga lumpuh dan kondisi lingkungan permukiman berada dalam situasi darurat.
Salah satu kawasan yang terdampak cukup parah berada di Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo. Air yang tak kunjung surut memaksa warga menyesuaikan kehidupan sehari-hari dengan kondisi banjir, termasuk memanfaatkan bagian rumah yang lebih tinggi untuk bertahan.
Meski situasi semakin sulit, sebagian besar warga memilih tidak mengungsi. Mereka bertahan di rumah dengan berbagai upaya, seperti membuat panggung darurat, karena khawatir meninggalkan barang berharga dan hewan ternak yang menjadi sumber penghidupan.
Hewan ternak seperti sapi dan kambing menjadi pertimbangan utama warga untuk tetap tinggal. Bagi mereka, kehilangan ternak berarti kehilangan mata pencaharian, sehingga bertahan di tengah genangan air dianggap sebagai pilihan paling memungkinkan.
Wilayah yang berada dekat aliran Sungai Silugonggo disebut menjadi area yang paling lama tergenang. Faktor geografis dan terbatasnya saluran pembuangan air menyebabkan banjir sulit surut meskipun hujan telah berkurang.
Akibat banjir berkepanjangan ini, roda perekonomian warga praktis terhenti. Aktivitas bekerja tidak dapat dilakukan secara normal, sementara kebutuhan sehari-hari sangat bergantung pada bantuan dari pihak luar yang terus berdatangan ke lokasi terdampak. (TIM)






