
Polresta Pati gencarkan Sipola Cekal cegah kebakaran kapal di Pelabuhan Juwana. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati- Agenda patroli dan edukasi kepada pekerja las gencar dilakukan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati. Patroli ini untuk deteksi dini potensi kebakaran kapal, yang biasanya menelan kerugian belasan kapal ikan.
Patroli pencegahan kebakaran kapal melalui inovasi Sipola Cekal atau Polisi Polairud Cegah Kebakaran Kapal, kali ini menyasar sejumlah kapal yang tengah dalam perbaikan di kawasan Pelabuhan Juwana.
Patroli dipimpin Ps Kanit Patroli Satpolairud Polresta Pati Ipda Sunardi bersama personel Satpolairud. Polisi menyasar aktivitas pekerjaan panas, seperti pengelasan, penggerindaan dan pertukangan di atas kapal maupun di area dermaga.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan kepada anak buah kapal (ABK) dan pekerja, agar selalu mengutamakan keselamatan kerja. Selain itu, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat dipicu percikan api saat proses pengelasan.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan, SH, MM mengatakan, patroli Sipola Cekal merupakan langkah preventif menekan risiko kebakaran kapal yang kerap berawal dari kelalaian saat pekerjaan panas.
“Melalui patroli rutin dan edukasi ini, kami memastikan setiap aktivitas pengelasan maupun pekerjaan panas di kapal, dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ujar Hendrik pada Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan personel tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga memeriksa kesiapan sarana penanggulangan kebakaran di lokasi pekerjaan.
“Kami mengecek langsung apakah pekerja telah menyiapkan APAR, karung goni basah, dan pompa air. Peralatan tersebut harus selalu tersedia sebagai langkah awal apabila terjadi keadaan darurat,” tukasnya.
Menurut Hendrik, kesadaran pekerja menjadi faktor penting menjaga keamanan di lingkungan pelabuhan yang dipenuhi material mudah terbakar.
“Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Sedikit kelalaian saat pekerjaan panas bisa berdampak besar terhadap kapal maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia mengapresiasi para pekerja yang telah mematuhi standar keselamatan dan menerima arahan dari petugas.
“Kami mengapresiasi para pekerja yang telah melengkapi peralatan keselamatan. Kepatuhan seperti ini perlu dipertahankan agar aktivitas perbaikan kapal tetap berjalan aman,” ungkapnya.
Hendrik menegaskan patroli Sipola Cekal terus dilakukan secara rutin di kawasan pelabuhan dan dok kapal sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini akan kami laksanakan secara berkesinambungan agar budaya keselamatan semakin tertanam dan risiko kebakaran kapal dapat diminimalkan,” tegasnya. (Krp)






