Home » BPBD Petakan Ancaman Longsor, Tujuh Kecamatan di Pati Masuk Zona Rawan
Screenshot_20251219-104206.Chrome~2

Kabupaten Pati kembali dihadapkan pada potensi bencana alam seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memetakan sedikitnya tujuh kecamatan yang dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan kemiringan tanah curam.

Wilayah yang masuk dalam kategori rawan tersebut mayoritas berada di kawasan selatan dan timur Kabupaten Pati. Kondisi geografis berupa lereng, tanah labil, serta minimnya vegetasi penahan tanah menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko terjadinya longsor saat hujan turun dalam durasi lama.

Selain faktor alam, aktivitas manusia juga disebut turut memperparah kerentanan tanah. Alih fungsi lahan, pembukaan area pertanian tanpa sistem terasering, hingga pembangunan permukiman di lereng bukit dinilai memperlemah struktur tanah dan mempercepat potensi pergerakan tanah.

BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Tanda-tanda awal seperti retakan tanah, pohon miring, atau munculnya mata air baru di lereng perlu segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama pemerintah desa telah melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada warga. Upaya tersebut meliputi edukasi evakuasi mandiri, penyiapan jalur aman, serta pemantauan berkala di titik-titik rawan longsor untuk meminimalkan risiko korban jiwa.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap siaga menghadapi kemungkinan terburuk. Koordinasi antara warga, relawan, dan aparat diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan selama musim hujan masih berlangsung.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *