Home » RS Mardi Rahayu Kudus Beralih ke Energi Matahari, PLTS Atap 416 kWp Resmi Beroperasi
IMG-20261002-WA0019

RS Mardi Rahayu Kudus memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Kudus– RS Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah, mulai memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

 

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit menuju konsep Rumah Sakit Hijau (Green Hospital) sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

 

PLTS Atap yang dipasang di lingkungan RS Mardi Rahayu tersebut memiliki kapasitas 416 Kilowatt-peak (kWp). Sistem panel surya itu memanfaatkan energi matahari yang kemudian dikonversi menjadi tenaga listrik untuk mendukung kebutuhan operasional rumah sakit.

 

Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus, dr. Pujianto dan Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi bertukar cinderamata. (kanalmuria)

 

Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus, dr. Pujianto, M.Kes mengatakan, pemanfaatan energi surya merupakan salah satu langkah nyata rumah sakit dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional pelayanan kesehatan.

 

“PLTS Atap berkapasitas 416 kWp ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih berkelanjutan,” kata Pujianto seusai peresmian PLTS Atap RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis.

 

PLTS tersebut dikembangkan melalui kerja sama RS Mardi Rahayu dengan PT Mitra Solar Radians (Solar Radiance) menggunakan skema kerja sama selama 25 tahun.

 

Baca Juga: Ormas dan LSM Jadi Kunci Pati Tetap Kondusif, Chandra: Jangan Hanya Kritik, Bawa Solusi

 

Dalam skema tersebut, PLTS Atap diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 584,40 MWh energi listrik setiap tahun.

 

Selain menghasilkan energi alternatif, penggunaan solar panel ini diperkirakan mampu menghindari emisi sekitar 521 ton CO₂ per tahun.

 

Selama 25 tahun masa kerja sama, total emisi karbon yang dapat dihindari diproyeksikan mencapai sekitar 12.077 ton CO₂.

 

“Angka tersebut setara dengan manfaat lingkungan seperti penanaman sekitar 309.661 pohon selama 25 tahun,” ujar Pujianto.

 

Konsep Green Hospital

Pujianto menjelaskan, sebagai rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, kebutuhan energi menjadi salah satu komponen penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal.

 

Karena itu, RS Mardi Rahayu tidak hanya mengandalkan satu langkah dalam mewujudkan konsep Green Hospital. Sejumlah upaya efisiensi dan pengelolaan lingkungan juga telah diterapkan di lingkungan rumah sakit.

 

Di antaranya melalui penggunaan lampu LED, pemanfaatan flushing air daur ulang, penyediaan EV charging station, hingga penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

 

“Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu langkah yang ditempuh RS Mardi Rahayu untuk mengoptimalkan pengelolaan energi sekaligus mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional rumah sakit menuju Green Hospital,” jelasnya.

 

Menurut Pujianto, kebutuhan energi yang besar di rumah sakit harus diimbangi dengan strategi penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

 

“Karena itu, kami ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan. PLTS menjadi salah satu langkah nyata kami menuju rumah sakit yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya.

 

Pemanfaatan solar panel di RS Mardi Rahayu Kudus juga tidak berhenti pada pemasangan PLTS Atap berkapasitas 416 kWp.

 

Pujianto mengatakan kerja sama dengan Solar Radiance akan dilanjutkan untuk pengembangan PLTS tahap kedua. Rencananya, panel surya berikutnya akan dipasang di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

 

Dengan pengembangan tersebut, pemanfaatan energi matahari di lingkungan RS Mardi Rahayu diharapkan semakin luas dan mampu mendukung kebutuhan listrik rumah sakit dalam jangka panjang.

 

Sementara itu, Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi, mengatakan proyek pemasangan PLTS di RS Mardi Rahayu juga memperhatikan aspek keselamatan dan keberlangsungan pelayanan rumah sakit.

 

Dalam proyek tersebut, Solar Radiance mencatat sebanyak 9.405 work manhour dengan capaian 100 persen zero accident.

 

“Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan RS Mardi Rahayu,” ujar Billy.

 

Ia menambahkan, efisiensi energi bagi rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan biaya operasional. Pemanfaatan energi terbarukan juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan pelayanan kesehatan.

 

Baca Juga: Santap MBG Dikepung Ribuan Lalat, Siswa SD di Kudus Sibuk Menghalau Serbuan Serangga

 

“Dengan kebutuhan energi yang terus berkembang, pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung keberlangsungan operasional dalam jangka panjang. Sehingga sumber daya dapat lebih optimal diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan,” jelasnya.

 

Pemanfaatan PLTS Atap RS Mardi Rahayu Kudus menjadi salah satu langkah rumah sakit dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional sekaligus memperkuat penerapan prinsip ramah lingkungan dalam pelayanan kesehatan.

 

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi menuju Green Hospital tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga mencakup efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, dan keberlanjutan operasional rumah sakit. (pra)