Home » Ormas dan LSM Jadi Kunci Pati Tetap Kondusif, Chandra: Jangan Hanya Kritik, Bawa Solusi
IMG-20261002-WA0017

Sosialisasi Ormas bertema Penguatan Sinergitas Pemkab Pati dan Ormas mewujudkan Kabupaten Pati kondusif. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diminta tidak sekadar menjadi penyampai kritik, tetapi ikut mengambil peran nyata sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas dan mengawal pembangunan Kabupaten Pati.

 

Peran tersebut dinilai penting karena Ormas dan LSM bersentuhan langsung dengan masyarakat. Aspirasi, kritik, hingga persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat disampaikan kepada pemerintah sekaligus disertai gagasan penyelesaian.

 

Ajakan itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Sosialisasi Ormas bertema “Penguatan Sinergitas Pemerintah Kabupaten Pati dan Ormas dalam Mewujudkan Kabupaten Pati yang Kondusif” di Ruang Pragolo Setda Pati, Jumat (2/10/2026).

 

Komunikasi yang baik antara pemerintah dan Ormas diperlukan untuk mencegah potensi gesekan di tengah masyarakat. (kanalmuria)

 

“Kita ini tidak Superman, tetapi insyaallah kita bisa membentuk supertim yang hebat untuk kemajuan Kabupaten Pati tercinta,” ujar Chandra.

 

Menurutnya, Ormas, LSM, dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah membaca persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

 

Baca Juga: Santap MBG Dikepung Ribuan Lalat, Siswa SD di Kudus Sibuk Menghalau Serbuan Serangga

 

“Masukan dari berbagai elemen tersebut dibutuhkan agar kebijakan dan pembangunan daerah tetap sesuai dengan kebutuhan warga, ” tutur Chandra.

 

Chandra menegaskan, kondusivitas daerah juga berkaitan erat dengan iklim investasi. Situasi yang aman dan stabil akan memberikan rasa nyaman bagi pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Pati.

 

“Kalau daerah kita kondusif, investor akan merasa aman dan nyaman untuk menanamkan modalnya,” katanya.

 

Ia mencontohkan Pati Business Forum yang digelar pada Senin (28/9/2026). Dalam forum tersebut, Pemkab Pati mempertemukan sekitar 70 pengusaha. Hasilnya, delapan pengusaha menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan total rencana investasi mencapai Rp12,6 triliun.

 

Selain itu, sejumlah pengusaha lain masih menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modal di Kabupaten Pati.

 

Menurut Chandra, masuknya investasi tidak terlepas dari dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas, dan LSM. Karena itu, ia meminta seluruh pihak ikut menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

 

“Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, dan Ormas. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga Pati tetap kondusif,” tuturnya.

 

Di sisi lain, Chandra meminta Ormas dan LSM turut mengimbangi munculnya narasi negatif tentang Pati. Caranya memberikan informasi positif yang dibuktikan melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aksi sosial, termasuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kekeringan dan krisis air bersih.

 

“Jangan hanya menyampaikan kritik. Kalau ada persoalan, mari kita sampaikan sekaligus solusinya,” tegasnya.

 

Untuk memperkuat komunikasi, Pemkab Pati juga berencana menjadwalkan pertemuan bersama Ormas dan LSM dalam suasana yang lebih informal.

 

Forum tersebut akan digunakan untuk menyerap langsung berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Masukan tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan arah anggaran Kabupaten Pati Tahun 2027.

 

“Kita ingin mengetahui langsung apa persoalan yang ada di masyarakat. Nanti kita dudukkan bersama, kita cari solusinya, dan kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelas Chandra.

 

Pemkab Pati juga berencana membangun wadah kolaborasi bersama Ormas dan LSM. Wadah tersebut diarahkan untuk melahirkan kerja sama konkret yang berdampak langsung kepada masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

 

Selain pembangunan daerah, Chandra meminta Ormas dan LSM ikut mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dari masyarakat dinilai penting untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan.

 

Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satuan pelayanan yang mengurangi porsi atau memberikan menu yang tidak sesuai.

 

Baca Juga: Pesta Demokrasi Pelajar Safin Bina Bangsa Pati, Faras dan Fadil Jadi Ketua OSIS SMP dan SMA

 

“Kalau ada porsi yang dikurangi atau menu yang tidak sesuai, silakan dilaporkan. Tujuan MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang dan membantu menurunkan angka stunting,” katanya.

 

Menurut Chandra, pengawasan publik merupakan bagian penting dalam memastikan program pemerintah berjalan transparan dan akuntabel. Terlebih, wilayah Kabupaten Pati cukup luas dengan jumlah penduduk yang besar.

 

“Kabupaten Pati ini luasnya sekitar 150 ribu hektare, penduduknya hampir 1,4 juta jiwa, terdiri atas 401 desa, lima kelurahan, serta 21 kecamatan. Karena itu, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati Niken Tri Meiningrum mengatakan, Sosialisasi Ormas tersebut diikuti 70 peserta yang berasal dari 22 Ormas dan LSM.

 

Berdasarkan pendataan Kesbangpol Kabupaten Pati pada 2026, terdapat 227 Ormas yang tercatat. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya merupakan LSM.

 

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan Ormas sebagai mitra dalam menjembatani aspirasi masyarakat,” ujar Niken.

 

Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan Ormas diperlukan untuk mencegah potensi gesekan maupun polarisasi di tengah masyarakat.

 

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap terbangun kolaborasi dan kemitraan yang lebih kuat antara pemerintah daerah, Ormas, dan LSM dalam menjaga Kabupaten Pati tetap aman, damai, dan kondusif.

 

Kegiatan Sosialisasi Ormas tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026. (pra)

1 thought on “Ormas dan LSM Jadi Kunci Pati Tetap Kondusif, Chandra: Jangan Hanya Kritik, Bawa Solusi”

Comments are closed.