Pemkab Kudus berkolaborasi dengan SMK Raden Umar Said Kudus hadirkan film animasi edukatif. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Kudus– Kabupaten Kudus di Jawa Tengah tak hanya punya cerita yang tersimpan di balik bangunan tua, makam para wali, atau aroma kuliner khas yang menguar dari dapur-dapur warga.
Kini, kekayaan itu menjelma menjadi sebuah petualangan dalam dunia animasi melalui dua karakter bernama Sai dan Uti.
Lewat film animasi Sai & Uti, Pemerintah Kabupaten Kudus berkolaborasi dengan SMK Raden Umar Said (SMK RUS) Kudus melalui RUS Animation Studio menghadirkan cara baru untuk mengenalkan wajah Kota Kretek.

Kuliner, sejarah, destinasi wisata hingga pesan toleransi, dikemas dalam cerita visual yang ringan dan segar.
Film yang terbagi dalam dua episode dengan total durasi sekitar 10 menit itu, dirancang sebagai media edukasi sekaligus promosi daerah.
Kemasan animasi membuat informasi tentang Kudus terasa lebih dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, generasi muda hingga orang tua.
Menariknya, dua karakter utama dalam film tersebut, diisi langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton. Keduanya berperan sebagai voice actor untuk karakter Sai dan Uti.
Pada episode pertama bertajuk “Jelajah Kuliner Khas Kudus”, penonton diajak mengenal kekayaan rasa yang menjadi bagian dari identitas Kudus. Salah satunya Soto Kerbau, kuliner khas yang memiliki cerita dan tradisi tersendiri di tengah masyarakat.
Petualangan kemudian berlanjut pada episode kedua, “Jelajah Destinasi Ikonik Kudus”. Kali ini Sai dan Uti membawa penonton menyusuri sejumlah destinasi yang menjadi bagian penting dari wajah Kudus.
Penyusuran sejumlah destinasi wisata itu mulai dari kompleks Masjid dan Makam Sunan Muria, Makam Sunan Kudus, Masjid dan Menara Kudus hingga Museum Kretek.
Kehadiran film tersebut, menjadi salah satu cara mengenalkan profil Kudus melalui media promosi yang lebih ringan dan mudah diterima masyarakat.
“Sai & Uti sudah tayang di videotron Masjid Agung Kudus dan YouTube Kudus News Channel,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus Satria Agus Himawan pada Selasa (29/9/2026).
Satria pun mempersilakan sekolah, lembaga pendidikan maupun masyarakat untuk menggunakan film ini sebagai bahan literasi tentang Kabupaten Kudus.
Satria menyebut, kehadiran film tersebut tidak sekadar menjadi tontonan. Karya itu juga memperlihatkan kemampuan siswa SMK RUS dalam memproduksi karya kreatif yang memiliki nilai promosi bagi daerah.
Para siswa tidak hanya belajar menghidupkan karakter melalui gambar dan animasi. Mereka juga diajak menerjemahkan potensi daerah ke dalam bahasa visual yang lebih mudah diterima berbagai kelompok usia.
“Film animasi ini menunjukkan bahwa siswa SMK RUS dalam produksi karya kreatif tidak hanya mengasah kemampuan animasi, tetapi juga mampu mengangkat potensi daerah melalui medium visual yang lebih mudah diterima berbagai kalangan,” tambahnya.
Di balik layar, proyek film animasi tersebut melibatkan sekitar 40 siswa SMK RUS yang berlokasi di Desa Gebog Kecamatan Gebog Kudus.
CEO RUS Animation Studio Roy Tok mengatakan, proses produksi Sai & Uti berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
“Film ini dikerjakan oleh tim bersama siswa-siswi SMK RUS. Kurang lebih ada 40 orang yang terlibat dan proses pengerjaannya sekitar dua bulan,” ujar Roy.
Bagi Roy, dua bulan pengerjaan bukan sekadar perjalanan teknis menghasilkan gambar bergerak. Ada pesan dan kebanggaan daerah yang ingin dititipkan melalui setiap adegan.
Proyek animasi tersebut juga dipersembahkan sebagai bentuk kreativitas anak-anak muda Kudus untuk daerahnya.
“Proyek animasi karya anak-anak kita ini didedikasikan sebagai kado Hari Jadi ke-477 Kota Kudus dari SMK RUS Kudus,” pungkas Roy. (pra)

1 thought on “Sai & Uti, Dua Karakter Animasi Ajak Jelajahi Kudus dari Kuliner hingga Jejak Sunan”
Comments are closed.