Kirab Haul Kanjeng Suro Wikromono di Desa Pekuwon, Kecamatan Juwana Pati. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Juwana bukan sekadar wilayah pesisir di Kabupaten Pati. Kawasan ini memiliki jejak panjang dalam perjalanan sejarah, kehidupan sosial, hingga perkembangan ekonomi daerah.
Peran strategis tersebut kembali diingatkan melalui Kirab Haul Kanjeng Suro Wikromono di Desa Pekuwon, Kecamatan Juwana.
Kearifan lokal tradisi dan budaya tersebut, menjadi momen mengenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi muda. Di tengah perubahan zaman, warisan yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat dinilai penting untuk terus dirawat agar tidak kehilangan makna.

Pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan sebuah tradisi agar tetap berlangsung. Lebih dari itu, tradisi dapat menjadi sarana bagi generasi penerus memahami perjalanan daerah sekaligus mengenali nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap anak-anak didik tidak kehilangan jejak budaya dan sejarah. Tradisi dan penghormatan kepada leluhur perlu terus dijaga agar tidak terputus dari generasi ke generasi,” ujar Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang dikutip Senin (14/9/2026).
Baca Juga: 10 Kafilah Pati Tembus MTQ Nasional 2026, Harumkan Nama Bumi Mina Tani
Menurutnya, Juwana memiliki posisi strategis dalam perjalanan Kabupaten Pati. Kawasan tersebut tidak hanya berkembang sebagai ruang kehidupan masyarakat. Namun juga memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi yang turut membentuk wajah daerah dari masa ke masa.
Karena itu, tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Juwana dinilai memiliki arti lebih luas. Kirab Haul Kanjeng Suro Wikromono, misalnya, tidak hanya menjadi agenda budaya saja. Namun juga menjadi ruang mempertemukan masyarakat serta menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang sejarah dan identitas lokal.
Baca Juga: Belum Usai Dihantam Kekeringan, Pati Kini Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Roboh
“Juwana menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Kabupaten Pati. Karena itu, kegiatan seperti Kirab Haul Kanjeng Suro Wikromono ini patut kita apresiasi dan kita jaga bersama,” katanya.
Pelestarian tradisi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Dengan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, berbagai warisan budaya di Juwana dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar sejarahnya.
Ke depan, kearifan lokal tersebut dapat dikemas semakin menarik dan meriah. Sehingga tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur, namun juga menjadi sarana edukasi sejarah serta penguatan identitas masyarakat Juwana. (pra)

1 thought on “Wilayah Juwana, Simpul Sejarah dan Ekonomi Pati yang Terus Dijaga Lewat Tradisi”
Comments are closed.