Home » Belum Usai Dihantam Kekeringan, Pati Kini Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Roboh
IMG-20260914-WA0064

Bencana angin puting beliung menghancurkan dua rumah di wilayah Pucakwangi Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati, – Di tengah bencana kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pati, masyarakat kembali dihadapkan pada bencana hidrometeorologi lain. Angin puting beliung menerjang Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, pada Senin (14/9/2026) sore.

 

Kejadian ini mengakibatkan satu rumah warga roboh dan satu rumah lainnya rusak pada bagian genteng. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

 

Kondisi cuaca di Desa Bodeh sebelumnya dilaporkan cerah. Namun situasi berubah secara tiba-tiba, ketika angin kencang datang dari arah timur dan menerjang permukiman warga.

 

Belum Usai Dihantam Kekeringan, Pati Kini Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Roboh (kanalmuria)

 

Hembusan angin berlangsung sekitar lima menit. Meski terjadi dalam waktu singkat, kekuatannya cukup untuk merusak bangunan rumah warga hingga menyebabkan material bangunan berhamburan.

 

Rumah milik Sadin menjadi salah satu bangunan yang terdampak paling parah, karena roboh diterjang angin. Sementara itu, rumah Heri Supriyanto mengalami kerusakan pada bagian genteng yang rontok akibat kencangnya hembusan angin.

 

Beruntung, bencana angin puting beliung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian materiil akibat kejadian itu untuk sementara diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

 

Baca Juga: Tim SMP dan SMA Safin Bina Bangsa Pati Raih Tropi Juara Futsal Piala Pelajar Indonesia 2026

 

Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel piket siaga Polsek Pucakwangi menuju lokasi. Penanganan dipimpin Kapolsek Pucakwangi AKP Dwi Kristiawan dan Waka Polsek Pucakwangi Ipda Hartono, KBO Sat Samapta Polresta Pati Ipda Priyono.

 

Kepolisian mengerahkan puluhan personel membantu warga terdampak. Sebanyak 17 personel Sat Samapta Polresta Pati dan 10 personel Polsek Pucakwangi, diterjunkan ke lokasi guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan.

 

Gotong royong dilakukan dengan membersihkan material bangunan yang roboh maupun berserakan. Selain itu, juga membantu penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.

 

Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Ali Mahmudi menegaskan, respons cepat personel merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

 

“Kami langsung bergerak membantu warga setelah mendapat informasi kejadian. Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus dirasakan, terutama ketika warga sedang membutuhkan pertolongan,” kata Kompol Ali Mahmudi.

 

Dalam proses penanganan, keselamatan warga dan petugas menjadi perhatian utama. Personel di lapangan tidak hanya membantu evakuasi, tetapi juga memastikan material bangunan yang berpotensi membahayakan dapat segera disingkirkan.

 

“Personel membantu melakukan evakuasi serta membersihkan material yang mengganggu aktivitas warga. Kami tetap mengedepankan keselamatan dalam setiap proses penanganan,” ujarnya.

 

Pihaknya ingin warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas. Karena itu, personel diarahkan membantu semaksimal mungkin sesuai kondisi di lapangan.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian dan kebersamaan masyarakat ketika bencana terjadi. Koordinasi dengan aparat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

 

Bencana angin puting beliung di Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ini menambah catatan bencana yang terjadi di tengah kondisi sebagian wilayah Pati yang masih menghadapi dampak kekeringan.

 

Baca Juga: Karang Taruna Margorejo Pati Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Tambahmulyo, Jakenan

 

Kendati menimbulkan kerusakan bangunan, peristiwa tersebut dipastikan tidak menyebabkan korban jiwa. Hingga penanganan selesai dilakukan, petugas bersama warga masih fokus memastikan lingkungan terdampak dalam kondisi aman.

 

Sementara kerugian akibat kerusakan rumah warga ditaksir sementara mencapai puluhan juta rupiah. (pra)