Home » Atasi Kekeringan Lemahbang Pati, Air Banyumpang Segera Mengalir ke Permukiman
WhatsApp Image 2026-09-10 at 1.28.37 PM

Kekeringan di Dusun Lemahbang Tambakromo ditangani dengan mengoptimalkan sumber mata air. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Kekeringan di Dusun Lemahbang, Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati tak lagi ditangani sekadar dengan mengandalkan kiriman air bersih. Solusi permanen mulai disiapkan dengan mengoptimalkan kembali sumber mata air Banyumpang.

 

Selain itu, membangun bak penampungan, hingga memasang jaringan perpipaan menuju permukiman warga. Pekerjaan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan bulan depan.

 

Sumber mata air yang sebelumnya pernah dimanfaatkan warga itu akan diperbaiki agar kembali. Dan menjadi pemasok air bersih secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau.

 

Desa-desa rawan kekeringan diharapkan memiliki sistem pemenuhan air bersih yang lebih permanen. (kanalmuria)

 

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan kekeringan jangka panjang. Selain mengoptimalkan sumber mata air, pemerintah mulai memetakan sumber air potensial di sekitar desa terdampak, termasuk menyiapkan pembangunan sumur dalam dan penerapan teknologi pengolahan air.

 

Program jangka panjang tersebut ditargetkan mampu menjangkau sekitar 20 desa setiap tahun. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, desa-desa rawan kekeringan diharapkan memiliki sistem pemenuhan air bersih yang lebih permanen.

 

Sambil menunggu pembangunan infrastruktur, distribusi bantuan air bersih tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Penyaluran di Dusun Lemahbang turut melibatkan BPBD dan DPUTR Kabupaten Pati.

 

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, solusi permanen untuk Lemahbang dimulai dengan mengalirkan air dari sumber Banyumpang melalui bak penampungan dan jaringan perpipaan.

 

Baca Juga: Urus Paspor Haji di Jepara, Jemaah Tak Perlu Antre di Pati

 

“Untuk Dusun Lemahbang ini bulan depan kita realisasikan pembuatan bak penampungan dan pipa distribusi dari sumber mata air Banyumpang untuk kita alirkan ke Dusun Lemahbang,” ujarnya saat meninjau penyaluran bantuan air bersih, Selasa (8/9/2026).

 

Pekerjaan tersebut direncanakan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Dengan pelaksanaan oleh BPBD berkoordinasi bersama DPUTR. Realisasi program didahului penetapan SK Bupati terkait status tanggap bencana kekeringan.

 

Untuk penanganan lebih luas, distribusi air tangki tetap dilakukan sebagai langkah darurat, sembari mencari sumber air terdekat yang dapat dikembangkan sebagai solusi jangka panjang.

 

“Jadi tidak hanya kita tiap tahun harus mengirimkan truk tangki. Kami akan mencari sumber-sumber air di wilayah-wilayah terdekat dengan desa-desa yang terdampak kekeringan ini,” jelasnya.

 

Baca Juga: Dua Tambang Ilegal di Jepara Ditutup Paksa Tim Terpadu MBLB, Ini Penyebabnya

 

Pengembangan sistem air bersih tersebut, akan diperkuat dengan teknologi pengolahan air yang mulai dianggarkan pada 2027.

“Dalam tiga sampai empat tahun ke depan, desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan kita upayakan tidak lagi kekurangan air bersih,” tegasnya. (pra)