Home » Taj Yasin Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an di Pati, Termuda Usia 9 Tahun

Kanalmuria.com, Pati – Usia belia tak menghalangi 41 anak di Pati menuntaskan hafalan Al-Qur’an. Peserta termuda baru berusia sembilan tahun, namun mereka telah berhasil menyelesaikan hafalan dalam Haflah Khotmil Qur’an XVI PPATQ Raudlatul Falah Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

 

Atas capaian tersebut, mereka mendapat tali asih (bisyaroh) sebagai bentuk penghargaan dan motivasi untuk terus menuntut ilmu.

 

Sebanyak 41 santri yang berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an itu terdiri atas 11 putra dan 30 putri. Mayoritas masih berada di usia sekolah dasar, dengan rata-rata usia sekitar 11 tahun.

 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberikan apresiasi kepada 41 anak penghafal Al – Qur’an di Pati (kanalmuria)

 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi capaian para santri tersebut. Sebab kemampuan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an di usia muda, menjadi bekal positif untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi di berbagai bidang.

 

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengingatkan para santri agar tidak menjadikan khatam hafalan sebagai akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus belajar dan memperluas wawasan sesuai minat serta kemampuan masing-masing.

 

Baca Juga: Pesawat Aerosport Terbakar saat Melintas di Blora, Pilot dan Copolit Nyaris Tewas

 

Perjalanan Imam Syafi’i menjadi salah satu contoh bahwa menghafal Al-Qur’an sejak usia dini merupakan awal dari proses belajar yang panjang. Ia dikenal telah menghafalkan Al-Qur’an sejak berusia tujuh tahun, kemudian melanjutkan dengan mempelajari bahasa dan memperdalam ilmu fikih.

 

“Khatam Al-Qur’an bukan capaian akhir. Ini adalah permulaan. Masih banyak yang perlu dipelajari,” ungkapnya.

 

Selain penguasaan ilmu, pendidikan di pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri. Proses belajar diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara akademis dan keagamaan, tetapi juga memiliki sikap, akhlak, serta kepribadian yang baik.

 

Karena itu, tugas pendidik di lingkungan pesantren tidak berhenti pada penyampaian materi. Para pengasuh dan guru juga memiliki tanggung jawab mendampingi santri dalam membangun karakter, membiasakan perilaku positif, serta mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anak.

 

Dalam rangkaian Haflah Khotmil Qur’an XVI tersebut, Taj Yasin secara langsung menyerahkan tali asih kepada 41 santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

 

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar para penghafal Al-Qur’an terus menjaga hafalannya dan melanjutkan pendidikan.

 

Baca Juga: Sungai Silugonggo Mengering Total, Jutaan Ikan Mati dan Warga Pati Terancam Krisis Air

 

Pemberian tali asih bagi penghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari perhatian Pemprov Jawa Tengah terhadap generasi muda berprestasi di bidang keagamaan.

 

Program tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan, memperdalam ilmu, dan mengembangkan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya. (pra)