Home » Emplasement PG Trangkil Overload, Warga Murka: “Pabrik Besar Kok Biarkan Lalu Lintas Semrawut?”
IMG-20260511-WA0056

Kemacetan parah terjadi di kawasan emplasement Pabrik Gula Trangkil, Senin malam, 11 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Antrean panjang truk pengangkut tebu memenuhi badan jalan hingga membuat akses lalu lintas di sekitar lokasi menjadi semrawut dan sulit dilalui warga.

Kondisi overload tersebut memicu keluhan dari para pedagang kecil di sekitar emplasement. Mereka mengaku aktivitas jual beli terganggu lantaran warung dan lapak dagangan tertutup deretan truk tebu yang parkir dan mengular berjam-jam. Tidak sedikit warga menilai situasi itu sudah di luar batas kewajaran dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Keadaan seperti ini jelas rawan kecelakaan. Jalan jadi sempit, kendaraan saling berebut lewat, belum lagi banyak pengendara motor yang kesulitan melintas,” tegas salah satu warga setempat yang ikut mengeluhkan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

Pedagang juga mempertanyakan pengaturan lalu lintas dan keseriusan pihak terkait dalam menangani kepadatan kendaraan di area pabrik. Mereka menyoroti pentingnya penerapan Andalalin atau Analisis Dampak Lalu Lintas, mengingat aktivitas pabrik berskala besar semestinya sudah memiliki manajemen rekayasa lalu lintas yang jelas agar tidak merugikan masyarakat sekitar.

“Kita sama-sama cari uang. Pabrik cari uang, sopir truk cari uang, kita buka warung juga cari uang. Kalau sama-sama cari uang, tolong dong diberesi. Masa sekelas pabrik besar kok macet seperti ini tidak meminta bantuan Polisi Lalu Lintas,” ucap salah satu penjual dengan nada kecewa karena akses warungnya tertutup truk tebu.

Warga berharap pihak pabrik segera melakukan evaluasi serius terkait sistem antrean kendaraan dan pengaturan keluar masuk truk. Mereka juga meminta keterlibatan aparat kepolisian serta dinas terkait agar kondisi lalu lintas di sekitar emplasement tidak terus berulang dan membahayakan masyarakat.

 

/red.