
PATI – Tradisi tongtek yang biasanya meramaikan suasana sahur di wilayah Kayen tercoreng oleh aksi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga karena kegiatan budaya yang umumnya berlangsung meriah justru berubah menjadi keributan.
Insiden itu terjadi ketika dua kelompok pemuda bertemu di salah satu titik di kawasan tersebut. Ketegangan yang muncul di antara kedua kelompok kemudian memicu bentrokan sehingga mengganggu jalannya tradisi tongtek yang sedang berlangsung pada malam hari.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas dari Kepolisian Resor Kota Pati segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan penanganan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti kronologi peristiwa tersebut.
Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi beberapa remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut. Saat ini petugas masih melakukan upaya penelusuran untuk mengamankan para pelaku.
Untuk mencegah kejadian serupa, aparat kepolisian juga meningkatkan pengawasan dan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan keamanan. Langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan tetap berlangsung dengan aman dan tertib.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengimbau masyarakat agar menjaga pelaksanaan tradisi tongtek dengan baik. Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari budaya lokal yang seharusnya dilaksanakan secara damai tanpa diwarnai tindakan kekerasan.






